OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT — Plt. Asisten 1 Sekda kabupaten Kupang Marthen Rahakbauw, menghadiri perayaan hari anak Nasional tahun 2025 tingkat kecamatan Takari pada Jum’at 25/07/2025 siang, di halaman kantor camat Takari.
Dalam sambutannya Marthen Rahakbauw mengungkapkan, Hari Anak Nasional adalah momentum penting bagi pemerintah, masyarakat, keluarga, maupun individu. Khususnya dalam menjamin pemenuhan hak-hak anak, serta melindungi mereka dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi.
“Anak-anak adalah titipan Tuhan yang harus kita jaga, didik, dan bimbing. Mereka adalah generasi penerus yang akan memegang estafet pembangunan di masa depan. Oleh karena itu, mereka berhak untuk tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang”, ungkapnya.
Dia menjelaskan, peringatan hari anak nasional ke-41 tahun ini yang jatuh pada tanggal 23 juli, Indonesia masih diperhadapkan dengan masalah kekerasan terhadap anak dan perempuan yg cukup tinggi di NTT.
Data yang di publikasikan oleh harian kompas.com dan lintas NTT, menunjukan statistik kekerasan terhadap perempuan dan anak di NTT periode bulan Januari-Mei 2025 sebanyak 198 kasus. Rincian ; Korban anak perempuan = 157 kasus dan korban anak laki-laki = 41 kasus.
“Di Kabupaten Kupang sendiri di tahun 2025 sudah ada 41 kasus kekerasan (13 th 28th perempuan. 21 kekerasan terhadap anak dan 20 kekerasan terhadap orang dewasa. Terbanyak kekerasan psikis dan seksual. Di kecamatan takari sendiri ada 2 kasus (kekerasan fisik 1 kasus dan seksual 1 kasus)”, jelas dia.
Lebih lanjut Marthen Rahakbauw menjelaskan, pelaku kekerasan merupakan orang terdekat dari anak seperti orang tua sendiri, paman, ASN/Guru, Aparat keamanan, tukang ojek dan 16 profesi lainnya.
“Yang paling viral baru-baru ini adalah kekerasan seksual yang dilakukan oleh Paman terhadap 3 orang ponakan perempuan di kota kupang dan juga yang dilakukan oleh Kapolres Ngada”, terang dia.
Berbagai upaya yang telah dilakukan oleh tokoh pemerintah, LSM, TNI/Polri, masyarakat, tokoh agama dan pihak lainnya untuk meminimalkan bahkan menghilangkan Kekerasan terhadap anak dan perempuan. Mulai dari tingkat Desa sampai dengan tingkat kabupaten.
Di antaranya pembentukan kelompok Pemerhati Desa (KPD) dan Layanan berbasis komunitas (LBK) di desa-desa untuk melakukan advokasi. Dan sosialisasi, pendampingan terhadap korban kekerasan terhadap anak dan perempuan mulai dari tingkat desa sampai proses hukum/litigasi maupun mediasi/non litigasi;
Pada momen perayaan hari anak Nasional tingkat kecamatan Takari, Marthen Rahakbauw mengapresiasi inisiatif dan kerja sama antara Pemerintah Kecamatan Takari. Bersama Forum Anak Kecamatan Takari, dan Yayasan Wahana Visi Indonesia yang telah berkolaborasi dalam menyelenggarakan kegiatan ini.
“Ini merupakan wujud nyata komitmen kita bersama dalam membangun lingkungan yang ramah anak. Sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk berpartisipasi aktif dan menyuarakan pendapat mereka dalam setiap preses pembangunan”, kata dia.
“Saya juga bangga kepada anak-anak Takari yang telah menunjukkan semangat, kreativitas, dan kepedulian terhadap sesama. Salah satunya, pemenang Duta Genre Tahun 2023 tingkat provinsi yang memperoleh juara 1. Dia atas nama Rama Nitbani yang berasal dari kecamatan Takari”, ungkap dia.
Pada akhir sambutannya Marthen Rahakbauw mendorong terus partisipasi anak dalam pembangunan, karena suara mereka penting, dan harus didengarkan.
Tahun ini HAN berlangsung di bawah tema: “Anak HEBAT, INDONESIA KUAT MENUJU INDONESIA EMAS 2045 “.
Dia menegaskan, perlindungan terhadap anak adalah fondasi penting bagi kemajuan bangsa.
“Maka, saya mengajak semua pihak – orang tua, guru, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat untuk saling bergandengan tangan. Menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, baik secara fisik, mental, sosial, maupun spiritual”, kata dia.
Kades Oesusu Dani N. Tauho, ketua panitia kegiatan hari anak Nasional tingkat kecamatan Takari, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan hari anak tingkat nasional yang dilaksanakan di Kecamatan Takari di bawah pendampingan Yayasan Wahana Visi Indonesia ADP Kupang. Pelaksanaannya di tiga desa di kecamatan Takari yakni, Desa Oesusu, Desa Hueknutu dan Desa Oelnaineno
“Kegiatan Hari Anak Nasional ini kami melibatkan sembilan desa dan satu kelurahan untuk ikut dalam kegiatan Hari Anak Nasional. Dan kalau dapat semua desa yang ada di Kecamatan Takari dan kelurahan.
Juga telah terbentuk forum anak desa di tingkat desa dan kelurahan. “Kemarin tanggal 24/7/2025 kami sudah membentuk forum anak tingkat kecamatan dan hari ini akan dilaksanakan pengukuhan oleh camat Takari”. ungkapnya.
Dani Tauho berharap melalui momen perayaan hari anak nasional dapat memberikan manfaat positif sehingga anak-anak di kecamatan Takari mampu bersaing hingga ke tingkat kabupaten.
Menutup sambutannya dia menginformasikan, perayaan hari anak Nasional tingkat kecamatan Takari yang dilaksanakan mulai dari tanggal 23-25 Juni diwarnai beberapa kegiatan perlombaan. Yaitu: lomba pidato tingkat sekolah Dasar, lomba paduan suara tingkat SD, SMP dan SMA, dan lomba voli putra dan lomba sepak bola mini tingkat SMP.
“Itulah beberapa kegiatan yang dilaksanakan di tahun ini, di tahun 2025 dan ini menjadi tahun pertama untuk kegiatan di Hari Anak Nasional Tingkat Kecamatan. Harapan kami di tahun-tahun yang akan datang, kami tetap akan melakukan ini di tingkat kecamatan dan kalau dapat juga di tingkat kabupaten”, tutupnya.
Sementara Itu Pemimpin Cabang wahana visi Indonesia Cluster Timora, Hendrian mengungkapkan, pelaksanaan Hari Anak Nasional sudah berlangsung di 3 desa di wilayah layanan wahana visi Indonesia, dengan waktu pelaksanaannya 3 hari. Selain tiga desa tersebut terdapat 2 desa yang mendeklarasikan diri sebagai desa layak anak yakni desa Hueknutu dan desa Oelnaineno.
“Peringatan Hari Anak Nasional yang kita ingin kembangkan adalah bagaimana pengembangan minat dan bakat anak. Kami mengapresiasi pemerintah Kecamatan Takari yang sangat aktif baik di kegiatan Hari Anak yang ada di tingkat desa sampai hari ini. Kita juga bersama-sama melaksanakan Hari Anak di tingkat kecamatan”, jelas Hendrian.
“Harapan kami dari organisasi, walaupun WVI sudah berakhir Tetapi hal-hal baik yang mungkin dilihat baik Itu bisa diteruskan. Biarlah ini menjadi agenda tahunan dan kedepan di tingkat kecamatan. Itu harapan terbesar kami dan juga berharap, tahun ini Walaupun tahun Hari Anaknya sudah lewat Kita akan melakukan Hari Anak di level kabupaten Untuk melibatkan semua kecamatan yang ada”, tutupnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas DP3AP2KB Tjokorda Swastika, Camat Takari Murry H. c. Ratukore. Kanit Intel Polsek Takari, Ketua Majelis Klasis Kupang Timur. Pimpinan WVI ADP Kupang, Guru SD, SMP dan SMA kacamatan Takari dan tamu undangan lainnya. (DK).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




