Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Luncurkan Koperasi Merah Putih, Presiden:”Dalam Koperasi Ada Konsep Gotong-royong Membangun Bangsa”

Gubernur NTT Melki Laka Lena bersama rombongan saat disambut Natoni oleh masyarakat Penfui Timur dan Bupati Kupang Yosef Lede di pintu masuk lokasi peluncuran Koperasi Merah Putih.

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT — Presiden RI Prabowo Subianto memulai sejarah baru membangun ekonomi rakyat.

Ia meluncurkan Koperasi Merah Putih.
Sebuah konsep sederhana, namun membumi di seantero pelosok negri.

“Konsepnya sederhana. Sama dengan lidih. Satu lidih tak kuat tapi kalo ratusan lidih dijadikan satu, pasti kuat. Ini alat yang bisa membantu kita. Dari yang lemah jadi kekuatan. Ekonomi yang kuat. Ini konsep Koperasi. Konsep gotong-royong membangun bangsa. Gotong-royong milik bangsa Indonesia”, ujar Bos Partai Gerindra itu.

Ia menilai Koperasi sebagai sarana yang dapat mengumpulkan orang lemah untuk membangun ekonomi secara bersama-sama.

“Karena kemerdekaan bukan hanya dalam lagu kebangsaan. Kemerdekaan sejati adalah kemerdekaan ekonomi. Kita punya DPR, DPD, MPR lembaga negara, tapi rakyat kita masih lapar, miskin. Kita belum merdeka.

Bangsa yang merdeka adalah yang memberi kehidupan yang layak bagi seluruh rakyatnya”, ucap presiden.

Ia menyentil soal kelangkaan pupuk.
“Pupuk yang disubsidi oleh negara langka. Tidak sampai petani. Ada belasan tanda tangan yang diperlukan dari pabrik sampai petani. Kemudian tiap panen harga padi jatuh. Karena tunggu panen banyak biaya keluar”, jelas dia.

“Ada rentenir yang tau petani susah uang jauh sebelum panen dia sudah beli dengan harga turun. Ini harus kita potong. Kita harus ambil tindakan besar. Kalo berani kita akan berhasil”, tegas dia lagi.

“Kehadiran 80.081 Koperasi ini, upaya untuk memperpendek distribusi aliran bahan-bahan penting bagi rakyat. Obat, penting bagi rakyat kecil. Mereka harus bisa punya akses. Setiap desa harus punya gudang. Juga apotik. Semua untuk rakyat miskin. Kita upayakan gratis”, terang Prabowo.

Kepada pengurus Koperasi Merah Putih Presiden Prabowo berharap, dapat melakukan tugas dengan baik.

“Dulu ada KUD. Apa itu KUD. Ketua untung duluan. Ini tidak boleh terjadi. Saya dari dulu di Tentara bentuk koperasi. Ketua Koperasi punya mobil 3. Sekarang gak lagi. Pak Subiyanto? Gak ada. Benar. Kalo saya cek ada gimana”, selorohnya.

Ia minta Ketua – Ketua Koperasi Merah Putih diawasi agar menghasilkan sesuatu yang bernilai bagi rakyat.

“Kepala desa tolong awasi. Kekuatan ekonomi sekarang bukan lagi di kota tapi berputar di desa”, pungkas dia.

Dari 80.081, telah dibentuk selama dua bulan dan diluncurkan, 108 Koperasi langsung beroperasi dan akan menjadi contoh bagi Koperasi Merah Putih di desa lain. Target selanjutnya 3 bulan ke depan seluruh kopdes sudah beroperasi.

Peluncuran Koperasi Merah Putih berlangsung di Bentangan, Wonosari Klaten, Jawa tengah, diikuti secara daring seluruh Koperasi Merah Putih dari provinsi lain.
Di Kabupaten Kupang peluncuran Koperasi Merah Putih dipusatkan di desa Penfui Timur.

Hadir pada kesempatan itu Gubernur NTT Melki Laka Lena dan jajaran, Bupati Kupang Yosef Lede dan jajaran, Danrem, Dan Lantamal, Pihak kejaksaan, Kapolda, Kapolres, para, kades, camat dan unsur lainnya. (Sintus).

  • Bagikan