Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kabupaten Kupang Masuk Urutan Kedua Percontohan Nasional Koperasi Merah Putih

Plt. Kadis Perindag dr. Robert Amaheka.

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT –— PLT. Kadis perindag dr. Robert Amaheka blak-blakan bicara Koperasi Merah Putih ketika didatangi wartawan Selasa (15/7/25).
Ia mengatakan, Kabupaten Kupang masuk percontohan nasional Koperasi Merah Putih.

“Koperasi desa merah putih kabupaten kupang itu dia mockup. Mockup itu dia buat percontohan nasional dia urutan ke 2. Jadi ada 103 yang dimockup tanggal 21 Juli dibuka oleh presiden langsung di Jogja. Salah satunya NTT punya dan Kabupaten Kupang itu 2 nasional. Kemarin baru didorong satu masok dia masuk urutan 103 di Kabupaten Belu desa fatuketi”, jelas Mantan kadis Kesehatan kabupaten Kupang itu.

Menurut dia, Koperasi Merah Putih desa Penfui Timur menjadi titik pertama sekaligus tempat belajar koperasi di Kabupaten Kupang.

“Push pemusatannya nanti di Penfui Timur. Kayaknya siang ini juga ada rapat pemantapan oleh bapak Plt. sekda, Asisten 2 dan teman-teman PMD di desa penfui Timur untuk tanggal 21 (Juli-red)”, kata dia.

Seluruh desa kelurahan sudah bentuk koperasi Merah Putih. 

Meski begitu tidak berarti pembentukan koperasi Merah Putih di desa kelurahan lain belum dimulai.

“Kitong pung (kita punya-red) 177. 160 desa tambah 17 kelurahan itu sudah ada administrasi hukum umumnya sudah keluar. Tinggal penyerahan SKnya saja. Dan itu dia punya sumber pembiayaannya sudah jelas. Ada penyertaan modal dari anggota koperasi dan support dari himbara(himpunan bank negara). Jadi tiap koperasi itu akan penyertaan modal pertama 3 milyar. Dan totalnya nanti 5 milyar perkoperasi”, terang Amaheka.

“Jadi yang masuk di NTT khususnya di Kabupaten Kupang nanti dana 800 milyar hampir 1 triliyun. Dana buat koperasi sendiri 80 ribu 200 triliyun. Lebih besar dari makan siang gratis, makan siang gratis kan 121 T”, tambah dr. Robert.

Ditanya selain simpan pinjam apa saja usaha lain yang dikelola Koperasi Merah Putih pak Plt. kadis?
“Ada 6 gerai jadi dia memutus rantai kemiskinan. Di situ ada gerai sembako. Di sembako itu kan besok mau diresmikan beras dari bulog, LPG. Dan pupuk ada di gerai sembako. Terus ada koperasi simpan pinjam. Unit simpan pinjam tapi ada di dalam koperasi desa merah putih. Terus ada klinik. Terus apotik sederhana. Itu untuk pemeriksaan kesehatan gratis. Ada cool storage lemari pendingin jadi hasil dari petani yang tidak terjual kasih masuk ke situ jadi tidak ada hasil yang terbuang. Dan itu wajib ada di 177 koperasi desa kelurahan merah putih”, urai dia.

“Instruksi presiden jadi itu musti di jalankan. Kan spesifikasinya tergantung bidang usaha masing-masing ada peternakan. Ada pertanian. Ada rumput laut. Jadi setiap koperasi itu core bisnisnya sendiri-sendiri sesuai dengan spesifikasi”, tutup dia. (sintus).

  • Bagikan