Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

108 Anak di Paroki Kolhua dan Stasi Bello Akan Terima Komuni Pertama, Satu Orang Dari Keluarga Protestan

Pembina Sambut baru Kaytanus Korbafo bersama Rustam One Tuan yang merupakan peserta saru-satunya atas izin orangtua menjadi Katolik.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT – Sebanyak 108 anak dari Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua dan Stasi Santo Agustinus Bello, Kota Kupang, akan menerima Komuni Suci untuk pertama kalinya pada hari Minggu, 22 Juni 2025.

Perayaan ini bertepatan dengan perayaan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus dalam kalender liturgi Gereja Katolik.

Ke-108 anak itu berasal dari Pusat paroki 52 orang, stadi St. Agustinus Bello 55 dan ari LP anak : 1 orang.
Ketua Katekis Paroki Kolhua, Kaytanus Korbafo, mengungkapkan, anak-anak ini telah menjalani masa pembinaan rohani yang intensif selama tiga bulan terakhir.

“Mereka sudah mengikuti pembinaan rohani secara teratur, termasuk doa Triduum dan persiapan pengakuan. Ini adalah tahap penting sebelum mereka menerima komuni pertama kalinya,” ujar Kaytanus di sela-sela kegiatan doa Triduum hari ketiga di Gereja Paroki Kolhua, Jumat sore (20/6).

Ia menambahkan, Komuni Pertama atau yang sering disebut sambut baru merupakan momen sakral bagi setiap umat Katolik.

Melalui penerimaan Tubuh dan Darah Kristus dalam rupa roti dan anggur, umat disatukan secara spiritual dengan Kristus dan menerima rahmat keselamatan.

“Ekaristi bukan sekadar simbol. Kita percaya bahwa hosti yang telah dikonsekrasi dalam Misa adalah sungguh-sungguh Tubuh dan Darah Kristus yang hadir secara nyata. Ini bukan hanya bentuk tradisi, tetapi inti iman Katolik,” tegasnya.

Salah satu anak yang akan menerima Komuni Suci Rustam One Tuan, seorang anak yang baru beberapa bulan lalu dibaptis Katolik setelah sebelumnya memeluk agama Kristen Protestan.

Meski orang tuanya bukan Katolik, Rustam diperbolehkan menjalani proses ini karena sejak lama tinggal bersama tante dan omanya yang beragama Katolik.

“Saya senang dan siap menerima Tubuh dan Darah Tuhan Yesus. Saya yang minta sendiri untuk dibaptis dan sambut baru. Orang tua saya tidak melarang karena saya yang ingin, bukan karena disuruh siapa-siapa,” ujar Rustam.

Ungkapan hati yang polos, menampilkan semangat dan ketulusan hati seorang anak yang merindukan kedekatan dengan Sang Juru Selamat.

Perayaan Misa Komuni Pertama ini akan menjadi peristiwa penuh sukacita dan iman bagi umat di Paroki Kolhua dan Stasi Bello. Tidak hanya sebagai langkah awal dalam kehidupan sakramental anak-anak tersebut.

Tetapi juga sebagai pengingat bagi seluruh umat tentang pentingnya Ekaristi sebagai pusat kehidupan iman Katolik.(goe).

  • Bagikan