Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Mau Jadi Kabupaten Baru, Namun Calon Ibukota Belum Jelas, Ini Kata Tomas Amfoang

Bupati Kupang Yos Lede bersama Tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Amfoang Raya.

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT — Bupati Kupang Yosef Lede melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat dan tokoh pemuda dari Amfoang Raya (6 kecamatan).

Topiknya jelas. Bahas Daerah Otonomi Baru (DOB) Amfoang.

Pada awal pertemuan Bupati Kupang langsung bertanya kepada para tokoh yang hadir mengenai pusat ibukota.

“Sudah lengkap belum. DOB Amfoang belum ada keputusan resmi soal ibukota. Berproses sejak 2012-2025 ni ibukota belum pasti. Belum ada kata sepakat”, ujar Yos Lede di hadapan puluhan tokoh masyarakat dan tokoh pemuda dalam rapat di aula Bupati Kupang, Kamis (5/6/25).

“Saya mau Bulan 8 perwakilan kita bertemu Mendagri atau Dirjen. Kata kunci siapkan ibu kota kabupaten”, tegas dia.

Menurut Yos, dirinya siap memerjuangkan kepentingan masyarakat Amfoang asal bersatu dan segera tentukan titik pusat ibukota.

“Mau mekar tapi Amfoang tidak bersatu. Sudah 13 tahun isu ini bergulir, tetapi ibukota saja belum ada. Saya bisa omong di pusat. Saya partai Gerindra. Kita lagi enak begini ni”, kata dia.

Titik ibukota sudah ada. 

Yunus Naisunis anggota DPRD provinsi NTT mengatakan, pihaknya sudah menentukan titik ibukota namun belum final.

“Pusat ibukota, untuk sementara pertemuan kami dengan orang tua-tua lokasi ibukota di Soliu dan kaka kono. Di Soliu karena ada fasilitas pemerintahan kecamatan. Memenuhi syarat untuk kegiatan pemerintahan nanti. Sedangkan pembangunan civic center ada Satu hamparan”, ujar Yunus.

Tokoh masyarakat lainnya Octo Kameo menambahkan, lahan untuk calon ibukota sudah disiapkan, tinggal diurus pelepasan hak (ph).

“Yang punya lahan keluarga Kameo dan Nope.
Paling penting pemda bantu kami untuk pelepasan hak. Kita akan datang lagi bertemu bupati karena pelepasan hak ini kan dari tuan tanah kepada pemerintah, diwakili Bupati Kupang”, kata Kameo.

Ia menegaskan, para tokoh masyarakat dan pemuda saat ini bekerja keras untuk mewujudkan DOB Amfoang.

Ketua Ikatan Keluarga Amfoang Goris Baitanu mengatakan, satu hal yang perlu dilakukan adalah revisi kepanitiaan.
“Karena sudah sejak 2011. Banyak yang sudah tidak aktif”, kata dia.

Ia menambahkan, dukungan dari 6 kecamatan dan Desa cukup kuat untuk mewujudkan mimpi masyarakat Amfoang Raya jadi kabupaten.

“Dari tokoh pemuda, tokoh masyarakat. Karena perjuangan ini, untuk generasi muda, anak cucu kita”, terang dia.

Ada yang suka dan ada juga yang tidak senang. 

Menurut dia, ada yang suka dan ada yang tidak suka terhadap isu DOB Amfoang.

“Banyak yang suka, dan banyak juga tidak suka. Itu biasa. Seperti dulu Sabu Raijua. Saya ikuti betul. Ada tokoh yang tidak mau tapi kemudian dia juga jadi bupati. Saya tau, orangnya”, pungkas dia. (Sintus).

  • Bagikan