OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT — Beberapa hari lalu tepatnya Kamis (10/4/25), sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bertemu dan diskusi dengan Wakil Bupati Kupang di Civic center kantor Bupati Kupang.
Pertemuan berlangsung sekitar satu jam. Ada banyak hal yang didiskusikan dalam suasana kekeluargaan bersama Wakil Bupati Aurum Titu Eki.
Setelah diskusi berakhir tiba saatnya semua peserta untuk pulang.
Wartawan media ini bersama beberapa rekan jurnalist desk kabupaten Kupang menyaksikan pemandangan tak biasa.
Seorang ibu muda duduk di atas kursi roda sedang bingung bagaimana turun ke lantai I gedung Civic center.
Dia adalah Elmi Sumarni Ismau, Ketua Gerakan Advokasi Transformasi Disabilitas Untuk Inklusi (GARAMIN) NTT.
Ia ditemani beberapa rekan termasuk Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki.
Seorang wartawan berbisik kepada saya. “Kita wawancara dia yukk”, kata teman saya itu.
Saya lalu mendekati dia dan coba ajak bicara.
“Mau turun ke bawah (lantai I) tapi menunggu bantuan pak”, ujar anggota organisasi Perkumpulan Penyandang Tuna Daksa Kristiani (Persani) Nusa Tenggara Timur ini.
Tak berselang lama, beberapa anggota Satpol PP datang dan menggotong Elmi Ismau ke lantai I.
Kesempatan untuk media mengambil video.
Gedung Civic center memang tidak ramah disabilitas. Tidak ada bidang miring yang bisa, dimanfaatkan oleh kaum disabilitas jika hendak ke lantai II gedung itu.
“Memang aksesnya susah ke lantai II. Misalnya saya yang pakai kursi roda seperti inikan sulit naik ke atas. Jadi masih butuh bantuan. Kalo misalnya ada lift atau bidang miring bisa akses sendiri. Tidak bergantung pada orang lain. Kalo, diangkat juga kan, butuh tenaga 3 orang”, ujar Sumarni Ismau.
Dia berharap, kedepan jika ada pertemuan serupa bisa menggunakan fasilitas di lantai I gedung kantor Bupati Kupang.
“Kalo bisa pertemuan seperti ini dengan pak Bupati atau ibu Wakil kita bisa di lantai 1. Pernah tahun 2022 Musrenbang atau mau diskusi atau mau bicara tentang kaum disabilitas kita di lantai 1. Sudah ada komitmen”, terang dia.
Elmi Ismau tidak minta gedung pemerintah yang ramah disabilitas, namun pemerintah harus memikirkan hal itu demi memudahkan kaum disabilitas.
Belum ada pihak yang dikonfirmasi media terkait keluhan ini.
Sekilas tentang GARAMIN.
Pada tanggal 14 Februari 2020, Elmi bersama kelima temannya, yang terdiri dari lima penyandang disabilitas dan satu non-disabilitas, mendirikan GARAMIN NTT.
Organisasi ini hadir untuk mengubah stigma masyarakat terhadap penyandang disabilitas.
Salah satu penghargaan yang menghiasi perjalanan Elmi adalah Satu Indonesia Award 2021 dalam kategori Pejuang Tanpa Pamrih Di Masa Pandemi COVID-19.
Penghargaan ini diberikan oleh ASTRA sebagai bentuk pengakuan terhadap perubahan positif yang telah dibawa oleh Elmi dan GARAMIN NTT dalam masyarakat. (Sintus).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




