Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Mau Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga, Yuk Kelola Potensi dan Sumber Daya

Aktivitas ekonomi di lapak tani Bello.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Potensi pertanian di Kelurahan Bello Kecamatan Maulafa Kota Kupang memungkinkan, untuk didorong menjadi salah satu pusat perputaran ekonomi di bidang pertanian.

Karena itu, potensi dan kreatifitas yang dimiliki masyarakat mesti terus didorong sebab apa bila ekonomi hidup angka harapan hidup masyarakat tinggi.

Lurah Kelurahan Bello melalui Sekretaris Lurah Denni Paty, MM kepada media ini Jumat pagi, (28/3/2025) mengatakan, pihaknya sebagai aparat pemerintah kelurahan sejauh ini mendukung setiap potensi ekonomi yang ada di lingkungan masyarakat, dengan menghidupkan potensi ekonomi yang ada. Potensi yang ada membutuhkan pendekatan yang terstruktur dan berkelanjutan yang dilakukan dengan cara,
Pemberdayaan UMKM, Penguatan Ekonomi Berbasis komunitas, Optimalisasi Sumber Daya Lokal, Peningkatan Akses Pasar serta Penguatan Infrastruktur dan Regulasi.

“Apabila masyarakat kecil memiliki akses modal, pasar, dan teknologi,maka mereka bisa dipastikan dapat berkembang pesat,” ucap Denni.
Tomas Dan Pemerintah Kelurahan Mendorong Masyarakat untuk tidak terus mengharapkan Bansos Pemerintah

Tokoh masyarakat (Tomas) dan pihak Kelurahan dari waktu ke waktu terus mendorong warga untuk tidak terus menerus mengharapkan bantuan pemerintah yang sewaktu-waktu bisa dihentikan. Karena itu ekonomi masyarakat harus didorong untuk terus tumbuh dan mandiri.

Tokoh masyarakat Kelurahan Bello Kecamatan Maulafa Kota Kupang Goris Takene Jumat pagi mengatakan, salah satu tujuan utama pemberian bantuan sosial pemerintah yakni, mengurangi beban keluarga miskin, serta meningkatkan taraf hidup keluarga penerima manfaat baik melalui layanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.

“Namun sayang terkadang program bantuan itu seolah menjadikan masyarakat sebagai bantuan utama yang kekal. Karena itu mesti dipahami bahwa sebenarnya bantuan pemerintah itu sifatnya sebagai stimulus, bansos tidak bersifat permanen dan dapat dihentikan jika penerima tidak lagi memenuhi kriteria,” ujarnya.

Lebih lanjut, alumnus salah satu sekolah tinggi ekonomi di Kota Kupang itu menambahkan, salah satu cara mengurangi kemiskinan hanya dengan bekerja keras, tidak ada cara lain. Yang berikut mesti ada upaya-upaya kolaborasi dari semua lembaga agar ekonomi yang ada di masyarakat perlu terus didorong untuk tumbuh dan mandiri.

“Saya minta masyarakat terus mengusahakan potensi-potensi ekonomi yang ada di masing-masing lingkungan dengan bekerja keras agar bisa maju dan berkembang sehingga taraf hidupnya keluarga-keluarga terus meningkat dari waktu ke waktu,” tambahnya.

Dengan demikian tujuan utama untuk meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi kemiskinan masyarakat dapat tercapai. (goe)

  • Bagikan