Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Dua Pejabat Penting, Kunjungi Pasar Lill, Sekedar Melihat Atau ?

Wabup Aurum Titu Eki bersama Wagub John Asadoma dan rombongan berada di pasar Lili Gampong.

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT — Dua Pejabat politik masing-masing Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki, dan Wakil Gubernur NTT, Johanis Asadoma, melakukan kunjungan kerja ke Pasar Lili, di Kelurahan Camplong, Kecamatan Fatuleu, Selasa (18/3/25).
Turut Pula hadir dalam kunjungan tersebut, Wakil Ketua Majelis Sinode Harian GMIT, Pendeta Saneb Blegur.

Kunjungan tersebut adalah salah satu upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan mendata sumber – sumber pendapatan potensial di NTT, termasuk Pasar Lili.

Johanis Asadoma dalam sambutannya mengatakan, Pasar Lili memiliki potensi sangat besar untuk mendapatkan PAD dengan jumlah signifikan, karena di Pasar Lili terdapat pasar hewan yang beroperasi setiap hari dengan perputaran uang yang tidak sedikit.

Oleh karena itu Pemerintah Provinsi NTT yang menurut Johanis Asadoma, telah mendata sumber – sumber PAD potensial, meminta Pemerintah Kabupaten Kupang dan Pengurus Pasar Lili, untuk menata dan mengembangkan Pasar Lili menjadi lebih baik lagi.

“Saya sering lewat depan Pasar Lili tapi baru hari ini masuk, dan ternyata ramai sekali perdagangan hewan di sini. Menurut laporan di sini sering macet, coba tolong diatasi. Model pengelolaan Pasar Lili yaitu diserahkan kepada pihak Gereja GMIT untuk mengurusnya ini sangat bagus, karena terbukti meningkatkan PAD secara signifikan, dan pasar menjadi aman serta ramah pengunjung. Pola pengelolaan ini akan menjadi model untuk kita terapkan di pasar – pasar lainnya di NTT”, jelas Johanis Asadoma.

Aurum Titu Eki mengatakan, ia dan Bupati Kupang melakukan sidak minggu lalu di Pasar Lili dan telah mendata semua hal yang perlu dibenahi di gedung Pasar Lili termasuk gedung pasar itu sendiri.

“Kami berusaha semaksimal mungkin agar dalam minggu ini gedung pasar sudah bisa digunakan, sehingga para pedagang dipindahkan kedalam gedung pasar, dan pasar semakin tertata baik”, kata Aurum.

Dia melanjutkan, pasar lili yang adalah pasar mingguan kecuali pasar hewannya, akan dibuat menjadi pasar harian, dan masalah – masalah lain termasuk kemacetan di area pasar, juga akan diatasi dalam waktu dekat.

Pendeta Saneb Blegur mengatakan, pengelolaan Pasar Lili oleh pihak GMIT Betel Lili dengan baik tentu menunjukkan, ada kemajuan.
“Kini Gereja bukan hanya berkontribusi dalam segi spiritualistas”, ujar dia.

Pendeta Blegur menyampaikan, Penjabat Walikota Kupang terdahulu, Linus Lusi, pernah berpendapat bahwa Pasar Inpres Naikoten di Kota Kupang, harus belajar dari Pasar Lili untuk diserahkan pengolaannya oleh pihak Gereja.

“Dan Walikota Kupang saat ini Christian Widodo, juga sudah berjanji akan menyerahkan beberapa pasar untuk dikelola Gereja”, tambah dia.

Menurut dia, Gereja mengurusi pasar juga berarti membawa masuk Gereja ke pasar, sehingga kehidupan di pasar juga mencerminkan Kristus.

Untuk diketahui, Pemerimtah Kabupaten Kupang semenjak 27 Januari 2023 mengijinkan GMIT Betel Lili untuk mengelola Pasar Lili, dan telah mendapat PAD 1,6 Miliyar Rupiah.

Turut pula hadir dalam kunjungan tersebut, Plt.Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Marthen Rahakbauwd. Juga beberapa pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Kupang.

Hadir pula Camat Fatuleu, Ketua Majelis Klasis Fatuleu, Lurah Camplong, Kapolsek Camplong, Danramil Camplong, dan para pengurus Pasar Lili. (Tery).

  • Bagikan