KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin melakukan kunjungan kerja ke Provinsi NTT Sabtu (15/3/25).
Agenda penting yang diikuti Menkes yakni Rapat Koordinasi bersama seluruh Kepala Daerah (Kada) se- Provinsi NTT, di Aula Fernandez Kantor Gubernur.
Penandatanganan MoU
Rakor ini dirangkaikan dengan penandatanganan MoU antara Pemprov NTT oleh Gubernur Melki Laka Lena dan Wagub Johni Asadoma, bersama Yayasan Seribu Cita Bangsa.
Dalam program ini Jack Petersen sebagai Founder, dr.Rindang Asmara, M.PH Sebagai COO 1000 Days Fund, dalam rangka upaya penurunan stunting.
Bupati Kupang Yosef Lede turut menghadiri rakor ini, didampingi Plt. Asisten I Pieter Sabaneno dan pimpinan perangkat daerah diantaranya Kadis PUPR Teldy Sanam, Kadis Sosial Paul Liu. Juga Kadis Perikanan Jack Baok, Kadis Peternakan Pandapotan Siallagan, Kepala BP4D Juhardi Selan. Serta Plt.Kadis Perindustrian Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Robert Amaheka.
Menteri Budi Sadikin dalam sambutannya menerangkan program Kemenkes berfokus pada cek kesehatan gratis, kesehatan ibu dan anak, stunting, kanker, jantung, stroke dan Uronefrologi.
Dia menyarankan masyarakat Indonesia untuk selalu cek kesehatan.
“Jangan kita terbiasa tidak pernah cek kesehatan tubuh kita. Cek gula darah, cek darah, kolesterol dan cek kesehatan lainnya penting dilakukan. Bukan menunggu sakit baru cek kesehatan tubuh kita,” kata Budi.
Ia jelaskan, tugas Kemenkes, tugas Kepala Daerah melalui Dinkes adalah menjaga masyarakatnya tetap sehat.
“Banyak orang berpikir tugas Kemenkes, tugas Kepala Daerah melalui Dinkes adalah menyembuhkan orang sakit. Salah itu. Kalau tugas kita menyembuhkan orang yang sakit, berarti nama menterinya Menteri Kesakitan. Yang benar adalah menjaga masyarakat kita tetap sehat. Mari jaga tubuh kita tetap sehat dengan selalu cek kesehatan,” ajak Budi.
Banyak hal yang diterangkan Menteri Kesehatan RI ini sebagai pengetahuan bagi masyarakat NTT melalui Kepala Daerah terkait kesehatan, diantaranya upaya penurunan stunting, kesehatan ibu dan anak, pemerataan layanan rujukan melalui optimalisasi jejaring Rumah Sakit untuk lima penyakit, jantung, kanker, stroke, uro-nefrologi dan KIA.
Selain sehat fisik Budi Sadikin juga menjelaskan tentang kesehatan jiwa yang menurutnya penting untuk diperhatikan.
“Caranya dengan melakukan screening kesehatan jiwa, sehingga tidak mempengaruhi kesehatan fisik seseorang”, pungkas dia.
Syukur atas, kunjungan Mentri Kesehatan
Sementara Gubernur Melki Laka Lena menyatakan syukur atas kunker Menteri Kesehatan RI ke provinsi NTT.
Ia mengatakan, kunjungan Menkes memberi tempat istimewa bagi Provinsi NTT.
“Komitmen besar dari Menteri Kesehatan ialah NTT akan menjadi tempat dimana beberapa program nasional akan dibuat,” kata Melki.
Melki Laka Lena menambahkan, dalam pilar kesehatan yang merupakan bagian dari tujuh pilar utama visi dan misi, Gubernur dan Wagub NTT berkomitmen menurunkan angka stunting melalui berbagai inisiatif strategis.
Komitmen ini menurut dia, menjadi salah satu program unggulan desa cita yakni posyandu tangguh, yang juga menjadi salah satu dari quick win dalam seratus hari kerja pertama.
“Kami akan memperkuat kelembagaan posyandu serta peran kader kesehatan untuk melakukan deteksi dini risiko stunting, edukasi gizi dan kampanye hidup sehat,” ucap Laka Lena.
Kolaborasi adalah kunci kemajuan
Laka Lena menilai, kolaborasi adalah kunci utama dalam memajukan NTT. Salah satu bentuk nyata dari kolaborasi tersebut yaitu melalui penandatanganan kerjasama antara Yayasan Cita Bangsa dan Pemprov NTT. Yayasan Cita Bangsa akan berperan lebih aktif dalam penanganan stunting di NTT, khususnya melalui penguatan posyandu.
“Adanya MoU ini jangkauan program Yayasan Cita Bangsa semakin meluas ke seluruh Kabupaten di NTT. Dan melalui rakor ini kita dapat melakukan diskusi terkait upaya-upaya yang sudah dilakukan di daerah-daerah NTT untuk menyelesaikan stunting,” kata politisi golkar ini.
Kedatangan Mentri untuk mengetahui kekurangan di NTT
Bupati Kupang Yos Lede yang di wawancarai media usai acara menyatakan, kunker Menteri Kesehatan RI dalam rakor ini untuk melihat dan mengetahui kekurangan-kekurangan di NTT. Khususnya infrastruktur maupun alat-alat kesehatan yang dibutuhkan untuk menunjang NTT sehat.
“Kami harap bapak Menteri melihat sampai tingkat Kabupaten. Khusus kabupaten kupang. dapat saya jelaskan bahwa infrastruktur kesehatan belum lengkap termasuk tenaga kesehatan. Kami mohon ada intervensi anggaran dari Pemerintah Pusat untuk melihat daerah-daerah yang secara geografis terpencil, kabupaten-kabupaten yang jauh dari sarana prasarana yang memadai di dalam menunjang kesehatan,” jelas Yos Lede.
Turut serta Kader Posyandu terbaik dari Kabupaten Kupang yaitu Desa Kuimasi Kecamatan Fatuleu.
Dikatakan kader terbaik oleh Gubernur NTT Melki Laka Lena karena kinerja terbaik dari kader posyandu yang bersentuhan langsung dengan ibu hamil dan anak stunting. Kader posyandu ini juga salah satu mitra kerja Yayasan Citra Bangsa. (MERC).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




