Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kadis Pertanian Kabupaten Kupang Sebut, BUMD Bisa Kelola Distribusi Pupuk

Kadistan Kabupaten Kupang Amin Juariah bersama, Kabid Hortikultura Lee Kapitan dan Kabid Ketahanan Pangan Chris Pasole.

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT –— Pemimpin baru dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati kabupaten Kupang sebentar lagi hadir.
Bupati Yosef Lede dan Wakil Bupati Aurum Titu Eki akan dilantik Kamis (20/2/25).

Meski baru resmi memimpin beberapa waktu kedepan, namun sinkronisasi program telah berjalan.
“Bicara agrobisnis itu bicara dari hulu ke hilir.
Bicara hulu itu bicara tentang produksi. Bicara produksi artinya ketersediaan. Bagaimana kita bisa meningkatkan produksi. Berarti butuh dukungan-dukungan. Dan program pak Bupati ada juga di dalamnya misalnya pembangunan sarana prasarana, pengadaan alat mesin pertanian. Dan beberapa konsep pertanian terintegrasi. Itu adalah hulu sehingga mau menuju hilir berarti dari hasil yang telah diproduksi masuk di hilirisasi. Nah terkait beberapa aspek tadi kita bisa ambil konsep bahwa selama ini petani kita masih bermasalah itu baik dari persiapan lahan, terus benih terus pupuk. Dan yang paling populis adalah tentang pupuk. Pupuk ini bisa karena dari pak Bupati bagaimana BUMDes ini bisa jadi pengecer.
Ini bisa diambil oleh BUMD. Nanti bagimana bisa menjadi distributor. Karena saat ini dari dinas tidak ada kewenangan menentukan siapa pengecernya tapi distributor yang menentukan”, ujar Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang Amin Juariah kepada Media di ruang kerjanya Selasa (18/2/25).
Menurut Amin jika pupuk dikelola BUMD maka ketersediaannya lebih terjamin.

“Dipegang oleh BUMD berarti BUMD berkewenagan menentukan BUMDes jadi distributor dan juga pengawasan. Dengan harapan pupuk bersubsidi ini bisa lebih bagus dan ketersediaannya di pengecer lebih aman lagi”, ucap dia.

“Ini penting, sehingga masalah kekurangan modal yang sekarang dialami pengecer tidak terjadi lagi. Bahkan admin yang merupakan salah satu syarat untuk menjadi pengecer akan disediakan oleh BUMD dan ditangani oleh Bumdes”, kata Amin.

Pada kesempatan itu Amin juga menjelaskan terkait produksi jagung yang merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Kupang.

“Jagung sekarang kan ada off taker yang membiayai dari penyiapan pupuk benih dan nanti hasil akan diambil. Dan di sini peran agrobisnis untuk bisa mengambil hasil dari petani kita dimana padi bisa menjadi pabrik beras yang dimaksud pak Bupati. Apakah jagung nanti didirikan pabrik pakan ternak”, terang dia.

“Di sinilah peran agrobisnis dimana menejemen pengelolaan dari hulu ke hilir, tetapi difasilitasi oleh pemerintah dan harga yang dipatok pemerintah. Contohnya padi yang akan dibikin pabrik beras kita sudah ada standar harga harus 6.500 misalnya. Jadi petani mendapat jaminan harga panen biasanya turun tetapi harga yang telah dipatok pemerintah, agrobisnis bisa melakukannya. Yang sekarang ini perannya dibebankan kepada Bulog”, tambah dia.

“Pemerintah daerah bisa berperan di situ apakah nanti lewat Bumdes atau langsung ke agrobisnisnya. Pada prinsipnya kami siap mendukung untuk menuju, Swasembada pangan ataupun hortikultura”, jelas dia.

Mengenai dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) ia mengatakan, Bidang Hortikultura bisa menyiapkan komoditas-komoditas yang dibutuhkan untuk program tersebut.
“Untuk sayur-sayuran saya pikir ada 3 screenhouse yang tahun 2024 sebetulnya kita juga sudah ada UPH pengolahan saus tomat. UPH (unit pengolahan hasil) ini tinggal agrobisnis bagaimana dan tim dari makan bergizi gratis bisa bekerja sama dengan kelompok tani yang ada. Itu salah satunya”, kata dia.

Kabid Hortikuiktura Lee Kapitan menambahkan, Kehadiran BUMD sangat tepat dalam mengelola pasar.

“Yang menjadi, masalah di petani kita itu kalo mereka mau budidaya itu yang paling diperhatikan itu adalah, pasar. Kalo pemerintah melihat BUMD sebagai solusi maka, ini sebagai satu jalan keluar bagi petani, untuk mereka mau meningkatkan pendapatan dan mengubah ekonomi keluarga”, jelas Kapitan.

“Pasar sudah ada berarti petani siap bekerja. Dengan adanya BUMD ini petani mau berusaha lebih luas lagi”, tambah dia.

Kabid Ketahanan Pangan Chris Pasole menambahkan, pembentukan BUMD sangat penting.
“Kalo menyangkut BUMD ini saya pikir sangat bagus karena dia mulai dari hulu sampai hilir.
Contoh pengadaan saprodi. Orang di Amfoang Timur kalo mau beli benih kan harus jauh. Benih kangkung 15.000 beli di Roda Tani di Oesao. Kalo BUMD ada kita bisa siapkan sampai di kecamatan. Sarana pertanian dia siap. Lalu penerapan hasil produksi lewat BUMD. Saya ambil contoh kalo bulan Nopember atau Oktober itu di pantulan mereka panen 30-50 ton tapi harga rp3.500. Nah mungkin BUMD perannya bisa ada di situ untuk menjaga kestabilan harga, demi menyelamatkan produksi petani”, pungkas dia. (Sintus).

  • Bagikan