KUPANG, FLOBAMORA-SPOT —– Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai pihak pertama dan Panglima TNI sebagai pihak kedua telah menandatangani nota kesepahaman di hadapan peserta rapim TNI di Aula Gatot Subroto Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur pada hari senin tanggal 16 Januari. Menidaklanjuti ini Panglima TNI merasa perlu melakukan sosialisasi kepada jajarannya.
Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes, S.E., M.M pada amanatnya yang dibacakan oleh Kepala Staf Korem 161/Wira Sakti Kolonel Inf. Riko Harianto, S.I.P di Aula Sonbai 2 Makorem 161/Wira Sakti Kupang menegaskan, Panglima TNI juga menekankan kepada seluruh peserta untuk segera mengimplementasikan dalam bentuk perjanjian kerjasama teknis yang disusun secara cermat dan detail sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kemudian melakukan komunikasi dan koordinasi guna mewujudkan kerjasama dalam tugas”, ucap Kasrem 161/Wira Sakti.
Adapun maksud dan tujuan penandatangan adalah untuk menyamakan pemahaman dalam perjanjian kerjasama antara Kementerian Keuangan dan TNI AD dan dirjen pajak guna mendukung pembangunan nasional.
“Dengan demikian kegiatan sosialisasi ini penting untuk dilaksanakan”, ucap dia.
Kepada seluruh peserta sosialisasi dia mengucapkan selamat mengikuti kegiatan ini dengan penuh kesungguhan sehingga tindakan sosialisasi mendapatkan hasil yang di harapkan.
“Kegiatan ini dilandasi dengan adanya nota kesepahaman antara keuangan RI dan TNI yang diwakili oleh Ibu Menteri keuangan dan Panglima TNI”, tutupnya.
Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kupang Rimedi Tarigan menyambut baik penandatangan perjanjian kerjasama antara TNI-AD dan Dirjen Pajak yang diwakili Pangdam IX/Udayana dan kepala kantor Djp Nusa Tenggara yang terjadi pada tgl 16 Juli 2024 Kemarin.
“Atas kegiatan yang terdahulu ini, hari ini kita akan lakukan sosialisasi mengenai apa isi perjanjian yang telah ditandatangani tersebut”, kata dia.
Tujuan utama dari kegiatan ini membangun, membuat basis data yang ada di deroktorial pajak agar lebih besar, sempurna, dan lebih baik sehingga dapat memaksimalkan segala potensi yang ada khususnya di daerah NTT menjadi sumber penerimaan negara.
“Sumber penerimaan negara terbesar itu berasal dari pajak. Sehingga butuh dukungan dari semua pihak terutama dari saat ini TNI AD terkhusus dari Korem 161/WS untuk bisa berkolaborasi dan bersinergi dengan Dirjen Pajak khususnya kanwil Nusra untuk bisa memberikan dukungan dan pengumpulan basis data kegiatan ekonomi yang ada di seluruh wilayah NTT”, ujar dia.
“Seperti yang kita ketahui bahwa sumber daya yang ada di Korem 161/ WS ini sangat luar biasa. Babinsa ada di seluruh pelosok wilayah kita. Dengan adanya informasi yang bisa diberikan oleh seluruh peserta Babinsa terkait kegiatan ekonomi. Misalnya vila yang ada di suatu wilayah. Kegiatan usaha yang ada di suatu wilayah. Pengusaha, dan tokoh-tokoh masyarakat yang mempunyai kekuatan ekonomi yang besar. Ini sumber informasi yang bisa dikumpulkan dari Bapak-bapak Korem 161/Wira Sakti ini akan sangat membantu kami Dirjen Pajak dalam mengumpulkan sumber daya dalam pengumpulan penerimaan negara. Saya berharap dengan bantuan dari Bapak Danrem, Bapak Kasrem dan semuanya yang hadiri kegiatan ini bisa berlangsung dengan baik, bersinergi dengan baik sehingga kita bisa membangun Indonesia lebih baik lagi”, urai dia.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Kasrem 161/Wira Sakti, Para Kasi Kasrem 161/Wira Sakti, Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kupang beserta Staf, Para Dandim jajaran dan Perwira Makorem 161/Wira Sakti. (PENREM).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




