Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Yayasan CIRMA Indonesia Dampingi Petani Kecil Di Kota Kupang

Perwakilan lembaga Cirma Adrianus Goru saat melakukan survei lokasi pertanian petani kecil di Kelurahan Bello Kecamatan Maulafa Kota Kupang belum lama ini.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Yayasan Cirma (Centrum Inisiatif Rakyat Mandiri) Indonesia menurut rencana tahun 2025 ini akan melakukan pendampingan program terhadap ratusan petani kecil di tiga (3) kelurahan yang tersebar di Kota Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur.
Tiga kelurahan itu yakni; Bello, Kolhua dan Naioni

Lurah Bello melalui Sekretaris Lurah Denny Paty, MM yang dihubungi media ini melalui pesan singkat Senin, (20/1/25) menjelaskan, secara pribadi dan lembaga menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan segenap pengurus lembaga Cirma Kupang yang telah menaruh perhatian terhadap petani di Kelurahan Bello Kecamatan Maulafa Kota Kupang.

Dia mengatakan, pendampingan petani di kelurahan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung ketahanan pangan lokal. Pendampingan ini biasanya mencakup beberapa aspek, seperti:

1. Penyuluhan dan Pelatihan: Memberikan pengetahuan kepada petani mengenai teknik bercocok tanam modern. Penggunaan pupuk yang efisien, pengelolaan hama, dan teknologi pertanian berbasis digital.
“Hal ini membantu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen”, ujar Patty.

2. Akses Permodalan: Mendampingi petani dalam mendapatkan akses ke kredit atau bantuan modal dari pemerintah maupun lembaga keuangan lainnya, sehingga mereka dapat mengelola lahan secara optimal.
3. Pemasaran Hasil Pertanian: Membantu petani dalam memasarkan hasil panennya, termasuk membangun jaringan dengan pasar lokal, koperasi, atau bahkan pasar digital. Dengan pendampingan ini, petani bisa mendapatkan harga yang lebih baik untuk hasil mereka.
4. Pendekatan Komunitas: Melibatkan petani dalam kelompok tani atau koperasi untuk memperkuat kerja sama, berbagi pengalaman, dan memecahkan masalah bersama.
5. Inovasi Pertanian Berkelanjutan: Mendorong penggunaan teknologi ramah lingkungan, seperti pertanian organik atau sistem irigasi hemat air, yang menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan hasil.

“Namun, keberhasilan pendampingan ini memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, penyuluh pertanian, pihak swasta, dan petani itu sendiri. Evaluasi secara berkala juga penting untuk memastikan program pendampingan benar-benar memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat,” jelas Denny Paty.

Sementara itu, pendamping program Cirma Kota Kupang Adrianus Goru secara terpisah membenarkan, pada tahun 2025 ini Yayasan Cirma bekerjasama sebuah lembaga donor mulai melakukan pendampingan program pertanian bagi petani kecil di tiga kelurahan di Kota Kupang.

“Diharapkan program pendampingan pertanian yang akan dilaksanakan dapat bermanfaat bagi petani kecil di Kota Kupang dalam rangka menjngkatkan taraf hidup petani itu sendiri,” ucapnya. (Goe).

  • Bagikan