Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

OMK dan Sekami Stasi Bello Lakonkan Kelahiran Yesus Dalam Natal Bersama

Sekali Bello lakonkan cerita kelahiran Yesus.
Sekali Bello lakonkan cerita kelahiran Yesus.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Segenap Orang Muda Katolik (OMK) dan Serikat Kepausan Anak/Remaja Misioner (SEKAMI) Kelompok Umat Basis (KUB) Santa Maria Virgo Stasi Santo Agustinus Bello Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua Kupang, melakonkan cerita Kelahiran Yesus dalam perayaan Natal dan tahun baru bersama, Jumat, (3/1/2024). Kegiatan diawali dengan ibadat sabda oleh dua orang calon suster OHFS komunitas suster-suster Fransiskan Bello.

Usai ibadat dilanjutkan dengan drama kelahiran Yesus Kristus yang dilakonkan oleh anak sekami dan OMK. Yang dilakonkan secara apik dan rapih secara berurutan.
Dimulai dari kabar Malaikat kepada Maria bahwa ia akan mengandung bayi Yesus, hingga kunjungan Maria kepada Elisabet dan rencana Yusuf untuk mencerAikan Maria.
Kemudian ada juga bagian cerita dalam lakon itu, rencana Kaisar Agustus melakukan pencacahan jiwa penduduk pertama kalinya, sebagaimana Injil Matius mencatat Yesus dilahirkan pada jaman Raja Herodes berkuasa.semua dilakonkan secara berurutan.

Dalam lakon yang diperankan anak-anak Sekami KUB Santa Maria Virgo Bello tersebut, diceritakan, Pada saat sensus itu tiba, saatnya Maria untuk bersalin.
Maria dan suaminya Yusuf berjalan dari satu penginapan ke penginapan lainnya untuk meminta tumpangan, tetapi penghuni rumah semua mengatakan “sudah penuh”.

Maka tibalah Yusuf dan Maria di sebuah kandang domba dan melahirkan Bayi Natal yang dinamai Yesus.

Runtutan lakon/cerita Yesus lahir di Betlehem sungguh menggugah umat yang hadir, terbukti ada umat yang menungkapkan rasa senang bercampur lucu karena lakon yang diperankan anak-anak yang begitu menghibur dan lucu.

Ketua KUB Santa Maria Virgo Stasi Santo Agustinus Bello Jhoni Manehat pada kesempatan itu mengatakan, kagum dengan kreatifitas anak-anak Sekami dan OMK binaan beberapa pembina dan para suster OHFS Bello.

“Saya kagum dengan kreatifitas mereka karena atas binaan pembina dan para suster anak-anak bisa tampil maksimal melakonkan peristiwa kelahiran Yesus yang cukup rapih,” ucapnya.

Manehat menambahkan, perayaan Natal dan tahun baru bersama ini dibuat untuk mengukuhkan rasa persaudaraan antara kaum muda dan juga anak Sekami untuk makin menyadari peran kaum muda ditengah kehidupan masyarakat dan menumbuhkan kreatifitas anak-anak.(goe).

  • Bagikan