KUPANG, FLOBAMORA-SPOT – Setelah KPU menetapkan calon Wali Kota – Wakil Wali Kota terpilih, kini beredar isu seksi. Birokrasi Chris Serena bakal didominasi kaum muda.
Langkah ini penting demi mendukung Chris Serena “berlari lebih cepat” mendorong pembangunan di kota Kupang.
Lantas bagaimana mereka yang senior alias yang tua ?
Pejabat – pejabat senior harus siap masuk kotak karena usai resmi dilantik Chris Serena tancap gasss lakukan mutasi.
Isu ini santer terdengar, membuat sejumlah oknum pejabat di Ibu Kota Propinsi NTT itu, ketar-ketir. Mereka dihantui bayang-bayang “cuci gudang” oleh pasangan walikota dan wakil walikota yang datang dari kaum muda itu.
Lalu bagaimana dengan para pejabat yang nota bene telah lanjut usia tetapi juga memiliki kemampuan mumpuni di bidangnya ?
Cristian Widodo dalam sebuah diskusi ringan bersama Jems Bore ketika melakukan refresing di Fatumnasi TTS belum lama ini membicarakan hal ini.
Hasil diskusi itu diterima Flobamora-Spot.com Sabtu, (14/12/2024).
Chris Widodo meminta kepada semua pejabat birokrasi di Kota Kupang untuk tetap bekerja dengan tenang.
Menurut Kris Widodo, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang tidak serta merta menggusur para senior.
“Kita akan menggunakan sistim Meritokrasi untuk menciptakan aparatur sipil negara yang profesional, bersih, kompeten, netral, serta berintegritas”, demikian Chris dalam rekaman itu.
Menurut Putra pengusaha Theodorus Widodo itu, hal ini merupakan, bagian dari upaya mewujudkan perilaku dan manajemen ASN serta birokrasi Kota Kupang yang berkelas, sebagaimana yang didengungkan pemerintah pusat sejak 2019, demi mewujudkan visi Indonesia menjadi negara berdaulat, maju dan adil di tahun 2045.
“Tidak perlu khawatir, orang yang punya kapabilitas dan kompeten yang nanti kita tempatkan pada jabatan-jabatan penting. The right man on the right place. Menempatkan seseorang sesuai dengan kemampuan atau keahliannya,” ujar Cris.

Politisi Sebut Mutasi hal lumrah
Sementara itu, salah satu Politisi perempuan Kota Kupang Theodora Ewalde Taek sekaligus Ketua DPC PKB Kota Kupang mengatakan, Mutasi dalam suatu instansi pemerintah adalah hal lumrah. Sasarannya adalah agar pejabat-pejabat yang dipilih Kepala Daerah nantinya dapat mendukung program kerja dari kepala daerah dimaksud.
Namun perlu diingatkan agar proses mutasi nanti mesti sesuai dengan peraturan yang berlaku di BKN”, kata lawan politik Chris Serena itu.
Ia menyebut, Peraturan BKN RI Nomor 5 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pelaksanaan Mutasi, disebutkan bahwa mutasi dilakukan atas dasar kesesuaian antara kompetensi ASN dengan persyaratan jabatan, klasifikasi jabatan dan pola karier, dengan memperhatikan kebutuhan organisasi.
Ia menambahkan, dengan adanya kebijakan mutasi diharapkan kualitas SDM yang dimiliki oleh setiap organisasi dapat terjamin serta dapat dimanfaatkan secara optimal.
Terkait sistem Meritokrasi, Ewalde Taek menyatakan setujui apa yang ditekankan dr Cris.
“Saya setuju dengan sistim Meritokrasi yang nanti diterapkan pak dokter Cris sehingga mereka yang ditempatkan di jabatan-jabatan nanti profesional, bersih, kompeten, netral, serta berintegritas. Bukan mutasi karena suka atau tidak suka tetapi mesti benar-benar sesuai kebutuhan sehingga pejabat yang nantinya di tempatkan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki,” pungkas Mantan anggota DPRD Kota Kupang 2 periode itu. (goe)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




