OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT – Calon Bupati Kupang Paket Gemoy Yosef Lede hadir pada perayaan Misa Sakramen Krisma di paroki Santa Maria Fatima Taklale, Keuskupan Agung Kupang Minggu (27/10/24).
Misa yang dihadiri 400 lebih umat Katolik itu dipimpin langsung Uskup Agung Kupang Mgr. Hironimus Pakaenoni, Pr.
Usai Misa, Yosef Lede diundang khusus Mgr. Rony sapaan akrab Mgr. Hironimus Pakaenoni, Pr, untuk jamuan makan siang dan pemaparan visi misi calon Bupati dan Wakil Bupati Kupang periode 2024-2029.
Yosef Lede Aurum O Titu Eki (paket Gemoy) berencana membangun Patung Kristus memberkati di Pulau Semau dan Fatuleu.
Uskup Agung Kupang, mengapresiasi rencana ini karena sejalan dengan visi-misi keuskupan Agung Kupang, khususnya pemberdayaan umat.
Menurut Uskup, paket Gemoy adalah satu-satunya calon kepala daerah di Provinsi NTT yang siap untuk membangun Patung Yesus Kristus Memberkati melalui program wisata rohani.
“Pembangunan patung Yesus Kristus Memberkati di Pulau Semau dan Fatuleu, akan menjadi tujuan wisata dan menyerap tenaga kerja serta meningkatkan ekonomi masyarakat dan mendatangkan pendapatan bagi daerah”, kata Mgr. Rony.
Uskup Agung Kupang juga mengapresiasi program penguatan lembaga keagamaan yang ditawarkan paket Gemoy.
Ia mengingatkan Yosef Lede agar memperhatikan program air bersih di Kabupaten Kupang.
“Air itu sangat penting. Karena tanpa air maka program pertanian tidak bisa berjalan”, ujar Uskup.
Calon Bupati Yosef Lede dalam paparannya berjanji jika dipercaya rakyat menjadi Bupati dan Wakil Bupati Paket Gemoy juga berkomitmen membuka forum diskusi untuk mendengarkan masukan dari lembaga keagamaan.
“Pemerintah tidak boleh membutuhkan lembaga keagamaan pada saat ada kegiatan seremonial. Lembaga agama harus dijadikan sebagai mitra untuk membangun daerah. Karena itu jika dipercayakan untuk memimpin Kabupaten Kupang maka kita akan buka ruang dialog untuk mendengar masukan dari berbagai stakeholder termasuk lembaga keagamaan”, jelasnya.
Yosef Lede mengatakan, paket Gemoy akan menyelesaikan sejumlah persoalan krusial di Kabupaten Kupang yang sampai saat ini belum terselesaikan.
Di hadapan Uskup, Yosef Lede memaparkan, paket Gemoy akan melakukan sejumlah langkah besar diantaranya, penataan birokrasi, penataan Oelamasi sebagai Ibu Kota Kabupaten Kupang.
Selain itu, Yosef Lede juga berkomitmen untuk mengembalikan Kabupaten Kupang sebagai gudang ternak, swasembada pangan, pemberdayaan pemuda Karang Taruna Rp150 juta per tahun per desa dan melakukan hilirisasi di sektor pertanian, peternakan, tambang galian C dan pariwisata.
Paket Gemoy juga akan memberikan Rp10 juta untuk setiap mahasiswa asal Kabupaten Kupang yang sedang menulis tugas akhir seperti proposal dan skripsi melalui program Kartu Kabupaten Kupang Pintar (K3P).
Pada sektor peternakan, jelas Yosef Lede, peket Gemoy akan mengembalikan Kabupaten Kupang sebagai gudang ternak dengan cara memberikan bantuan sapi kepada petani peternak 100 ekor per desa.
Sapi bantuan tersebut, lanjut Yosef Lede, cukup dipelihara petani peternak selama dua tahun dan langsung dijual oleh pemerintah ke luar daerah. Harga jual sapi bantuan tersebut akan diberikan kepada petani. Sementara keuntungan dari penjualan sapi ke luar daerah akan masuk sebagai pendapatan daerah.
Di sektor peternakan ini, kata Yosef Lede, paket Gemoy akan mengeluarkan payung hukum yang melarang penjualan sapi betina produktif.
“Sapi jantan dan betina yang tidak produktif boleh dijual. Tujuannya agar Kabupaten Kupang bisa kembali menjadi gudang ternak. Ketika jadi gudang ternak maka Kabupaten Kupang bisa kendalikan harga sapi di saat daerah lain kekurangan sapi”, jelasnya.
Terkait hilirisasi di sektor pertambangan galian C, Yosef Lede berkomitmen untuk menata ulang tambang galian C yang saat ini tidak diatur secara baik dan cenderung merugikan daerah.
Menurutnya, beberapa Kabupaten di Provinsi NTT seperti Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Sabu Raijua, Kota Kupang dan Kabupaten Maluku Barat Daya menggunakan tambang galian C dari Kabupaten Kupang. Namun mirisnya, pendapatan daerah dari Galian C sangat kecil.
Sebab itu melalui program hilirisasi, pengelolaan tambang galian C di Kabupaten Kupang akan ditata agar berkontribusi lebih bagi pendapatan daerah.
Pengelolaan galian C di Kabupaten Kupang, menurutnya, akan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan di daerah tambang. Bahkan wilayah-wilayah desa yang menjadi lokasi tambang akan diperhatikan untuk dibangun sarana dan prasarana seperti jalan, gedung sekolah dan lainnya.
Yosef Lede juga mengatakan, program hilirisasi di bidang peternakan, pertanian dan pertambangan akan mendatangkan PAD yang besar bagi daerah.
Menurutnya, melalui hilirisasi tersebut, paket Gemoy menargetkan PAD Rp 300 miliar per tahun.
Selain itu, di bidang pengelolaan aset, paket Gemoy berkomitmen untuk mengkaji dan menjual aset Pemerintah Kabupaten Kupang yang ada di Kota Kupang. Hasil penjualan aset tersebut akan digunakan untuk membiayai program Gemoy.
Di bidang pertanian, paket Gemoy akan mewujudkan swasembada beras dan jagung di Kabupaten Kupang dengan melakukan pengadaan 500 unit tracktor roda empat dan 1000 unit tractor roda dua selama lima tahun. Paket Gemoy juga akan memperbaiki sistem penyaluran pupuk bagi petani, bantuan bibit unggul dan perbaikan infrastruktur pertanian.
Yosef Lede berterima kasih atas apresiasi serta mengatakan kesiapannya untuk menjalankan amanat yang disampaikan Uskup Agung Kupang tersebut.
Untuk diketahui, Mgr. Hironimus Pakaenoni, Pr adalah Uskup Agung Kupang yang baru.
Mgr. Rony ditahbiskan pada Kamis, 9 Mei 2024 di Gereja Katedral Kristus Raja Kota Kupang.
Mgr. Hironimus menggantikan Uskup Emeritus Mgr. Petrus Turang yang telah mengabdi selama 27 tahun. (Sipri/sintus).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




