Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pantau Pasar Murah, Pj Wali Kota: “Murah, Tidak Berarti Tidak Berkwalitas”

Pj. Wali Kota Kupang Linus Lusi, saat berbincang-bincang dengan Pengusaha telur di lokasi pasar murah Rabu (16/10).

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT – Pemerintah Kota Kupang melalui Badan Ketahanan Pangan menggelar pasar murah.

Kegiatan berlangsung di halaman Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu Rabu (16/10).

Pj. Wali Kota Kupang Linus Lusi mengapresiasi Kepala Badan Ketahanan Pangan bersama seluruh panitia yang menggelar pasar murah.

“Saya Penjabat Wali Kota mengapresiasi kepada pak Kaban dengan seluruh kepanitiaan sehingga pangan murah itu sampai masuk di dapur. Murah tidak berarti tidak berkwalitas. Standarnya sama, cuma harganya diturunkan semaksimal mungkin. Harga di bawah harga pasar, sehingga seluruh masyarkat, karena satu dan dua hal mereka bisa belanja”, ujar Linus, usai memantau pelaksanaan pangan murah.

 

Menurut dia, kegiatan ini juga penting untuk menjaga kestabilan harga, tanpa menghilangkan keuntungan distributor.

“Pasar murah bukan berarti tidak ada untung. Untungnya bagi rakyat, bagi pemerintah dan juga pedagang”, terang dia.

 

“Tolong diteriakkan terus menerus. Ini akan sampai di kelurahan”, harap dia kepada media.

Ia mengatakan, kegiatan ini juga untuk menekan inflasi dan menggairahkan pertumbuhan ekonomi.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Iskandar Kapitan mengatakan, pelaksanaan Pasar murah ini berlangsung atas kerja sama pihaknya dengan berbagai distributor.

“Ada Perum Bulog, pedagang sayur, Bawang dan distributor bahan pangan”, ujar Kapitan.

 

Menurut dia, kegiatan yang sama akan berlangsung di kecamatan beberapa waktu mendatang.

Menurut dia gerakan ini sangat membantu masyarakat karena barang dijual di bawah harga pasar.

“Kami fasilitasi mereka untuk ke sini. Jadi laku tidak laku kami tetap bayar ongkos angkut”, kata dia.

Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Paul Seubelan menambahkan, pasar murah akan berlangsung lagi pada akhir bulan Oktober.

 

“Nanti tanggal 28 – 31 Okto ada lagi, di kecamatan. 3 kelurahan satu kecamatan”, terang dia.

 

Ruth Simin Petani Lombok mengatakan, ia menjual hasil kebunnya seharga RP16.000.

 

“Memang di baliho tu 18 ribu. Di Pasar tu sudah naik harga. Ini Lombok kita tanam sendiri. Kebetulan pas panen”, ujar pensiunan ASN Badan Ketahanan Pangan itu 2023 itu.

 

ASN BKKBN Kota Kupang Melani Bola menyatakan bersyukur dapat membeli telur di bawah harga pasar.

“Telur 36ribu. Di Pasar 60 ŕibu”, ucap dia.

Pantauan media berbagai bahan kebutuhan yang tersedia di lokasi pasar murah yakni telur dengan berbagai ukuran dengan harga bervariasi mulai dari 31.000, 36.000, dan harga 55.000. Bawang merah. 13.000. Lombok 16.000. Gula merah 25.000. Bawang putih 40.000. Beras SPHP 13.000 Serta bahan kebutuhan pokok lainnya dengan harga masing-masing. (Sintus).

  • Bagikan