Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Bintang 50, 07 Persen

Kepala BPS NTT Matamira B. Kale saat memberikan materi Jumpa pers Senin (2/9/24).

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT – Kepala BPS NTT Matamira B. Kale kembali merilis inflasi bulanan Senin (2/8/24).

 

Salah satu yang menjadi topik dalam rilis tersebut yakni Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang yang hanya mencapai 50.07 persen.

 

Menurut dia, dari 112. 282 kamar tersedia, yang terisi sebanyak 58.214 kamar.

 

“Kalau kita bandingkan dengan bulan Juni naik 11, 64 persen”, ujar Matamira.

“Kemudian di hotel bintang ini tamu yang menginap itu 67. 694 tamu, dengan rata-rata lama menginap 1,48 malam. Kalo kita banding tamu Nusantara dan tamu asing, tamu nusantara yang menginap 49. 973 tamu dengan lama menginap 1, 46 malam. Sedangkan tamu asing ada 17. 723 orang, dengan lama menginap 1, 59 malam”, jelas dia.

Lantas bagaimana TPK Hotel nonbintang ibu ?

“Pada Juli 2024 TPK Hotel nonbintang sebesar 20,30 persen. Kondisi ini naik jika dibanding bulan Juni sebesar 7, 75 persen”, terang dia.

“Jumlah tamu yang menginap 58.86. Dengan rata-rata lama menginap 1,39 malam”, tambah dia.

Ia menjelaskan, jika melihat dari asal tamu 39. 070 tamu nusantara rata-rata lama menginap 1,34 malam. Sedangkan tamu manca negara 19.016. Jadi untuk bulan Juli ini jumlah tamu asing yang menginap di hotel nonbintang lebih banyak dibanding di hotel bintang”, ujar Matamira.

 

“Yang menginap di hotel nonbintang rata-rata 1,49 malam”, kata dia.

Ia menyebut, selama bulan Juli 2024 terdapat 11.847 wisatawan manca negara yang berkunjung ke wilayah NTT.

“Ini naik 6, 34 persen dibandingkan dengan jumlah wisatawan manca negara bulan Juni 2024″, ucap dia.

Mengenai angkutan udara ia menjelaskan, jumlah angkutan udara yang pergi dan ke NTT pada Juli 2024 sebanyak 3.448 penerbangan. Penumpang berangkat 1.722. Dan yang datang 1.726. Kondisi ini naik 8, 22 persen kalo kita banding dengan bulan Juni 2024”, jelas dia.

Bandara dengan peningkatan penerbangan adalah Bandara Komodo di Labuan Bajo dan bandara Frans Seda di Maumere.

Jumlah angkutan udara yang pergi dan ke NTT pada bulan Juni 2024, 289. 759 penumpang.

 

“Kalo kita bagi yang berangkat itu 145.302 penumpang. Yang datang 144. 457 penumpang. Kondisi ini naik 13, 27 persen kalo dibandingkan dengan Juni 2024”, terang dia.

“Kalau kita bandingkan dengan kondisi tahun 2023 jumlah penumpang pada Juli 2024 ini meningkat”, tambah dia.

 

Mengenai angkutan laut ia menjelaskan, jumlah angkutan laut ke NTT pada Juli 2024 sebanyak 12.027 pelayaran. Naik 22, 87 persen dibandingkan bulan Juni 2024.

 

Menurut dia, pelabuhan Labuan Bajo mencatat pelayaran tertinggi yakni meningkat menjadi 2.162 pelayaran.

“Karena berbagai kegiatan pariwisata yang diselenggarakan di Labuan Bajo selama bulan Juli 2024”, kata dia.

Terkait penumpang angkutan laut ia mengatakan, penumpang angkutan laut pada Juli 2024 sebanyak 904. 511 penumpang.

“Yang turun 4.989 sedangkan yang naik 449. 522 penumpang. Jumlah ini meningkat dari bulan sebelumnya Juni 2024 sebesar 48, 84 persen”, sebut dia.

Pelabuhan Larantuka menjadi salah pelabuhan dengan peningkatan penumpang tertinggi di NTT.

“Karena transportasi utama kapal laut yang menghubungkan berbagai daerah di sana”, pungkas dia. (Sintus)

  • Bagikan