Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Meriah, Gebyar SMK Se-Kabupaten TTS

Pose bersama Pj. Bupati TTS Seperius Edison Sipa, Kadis Pendidikan provinsi NTT, Kasrem 161/ws Kol. Cpl Simon Petrus Kamlasi, para Kepala SMK dan pejabat lainnya pada pembukaan gebyar SMK sekabupaten TTS.

TTS, FLOBAMORA-SPOT –Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Se- Kabupaten TTS menggelar gebyar yang berlangsung meriah. Gebyar ini berpusat di SMK Negeri Noebaun di Desa Noenoni, Kecamatan Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi NTT, pada Senin – Rabu, 20 – 22 Mei 2024.

 

Pelaksanaan gebyar SMK Se- Kabupaten TTS tersebut juga dalam rangka memeriahkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2024.

 

Penjabat Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Drs. Seperius Edison Sipa, M.Si, yang hadir membuka gebyar SMK Se- Kabupaten TTS tersebut memberikan apresiasi kepada pihak MKKS SMK yang telah menggelar gebyar tersebut.

 

“Sebagai Penjabat Bupati Timor Tengah Selatan, saya turut bangga sekaligus memberikan apresiasi kepada badan pengurus MKKS SMK kabupeten TTS yang telah menggelar gebyar ini, yang mana memilih SMK Negeri Noebaun sebagai lokasi untuk melaksanakan kegiatan. Ini menunjukkan bahwa sekolah yang baru saja beroperasi kurang lebih empat tahun mendapatkan dukungan dari semua pihak”, ujar dia.

 

Edison Sipa juga memotivasi semua orang tua/wali peserta didik yang ada guna mendukung anak-anak untuk terus bersekolah, karena hanya melalui pendidikan cara berpikir kita bisa berubah serta membawa kita menuju cita-cita yang diimpikan.

“Hanya melalui pendidikan kita bisa menghasilkan pemimpin -pemimpin, karena itu saya mengimbau kepada semua orang tua /wali peserta didik yang ada untuk mendukung anak-anak untuk bersekolah, agar apa yang mereka cita-citakan bisa terwujud suatu saat nanti.” Ujar mantan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS itu.

 

Edison Sipa juga menyampaikan bahwa jabatan yang dia peroleh mulai dari Kepala Dinas PK, Asisten II Setda Kabupaten TTS, Sekda Kabupaten TTS, dan kini dipercayakan sebagai Penjabat Bupati TTS merupakan buah dari pendidikan sesungguhnya, karena itu ia juga mengimbau sekaligus memotivasi semua masyarakat di kabupaten TTS untuk terus menyekolahkan anak-anak.

“Kedua orang tua saya tidak tahu membaca, dan tidak bisa berbahasa Indonesia, namun kedua orang tua saya berkomitmen “Hai masi ma mu’i maet, Hai masi monom maet, mes hai anah maut he na skol” (Biar kami miskin, Biar kami bodoh, tetapi kami punya anak harus bersekolah), komitmen dari kedua orang tua saya ini semoga menjadi motivasi bagi semua orang tua agar mendukung anak-anak kita untuk bersekolah. Sekalipun semua jabatan yang saya peroleh ini tidak dinikmati oleh kedua orang tua saya karena mereka telah tiada namun ini menjadi motivasi tersendiri. Apa lagi sekarang pemerintah telah memberikan fasilitas baik dari jenjang PAUD hingga perguruan tinggi melalui beasiswa, karena itu diharapkan untuk memanfaatkan kesempatan yang ada untuk bisa bersekolah”, urai Mantan Sekda Kabupaten TTS.

 

Sementara itu, Kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, S.Sos. , M.M, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada semua SMK di kabupaten TTS yang mana dalam gebyar tersebut mempromosikan produk dari setiap kompetensi keahlian yang ada di satuan pendidikan masing-masing pada setiap stan yang ada.

“Saya mengapresiasi kerja keras para kepala SMK yang ada di kabupaten TTS, karena melalui gebyar ini juga telah membuka stan yang mana dapat mempromosikan produk dari setiap satuan pendidikan yang ada, karena itu selaku kepala dinas saya terus berharap agar setiap potensi yang dimiliki terus dikembangkan guna mempersiapkan anak-anak kita dengan baik, karena di TTS juga tidak kalah saing dengan kabupaten lain yang ada di NTT”, jelas dia.

Ambrosius menegaskan, output dari SMK harus bisa menciptakan pekerjaan sendiri yang mana bisa menjadi modal untuk menghidupi dirinya.

 

“Untuk semua kepala SMK yang ada, sebagai kepala dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi NTT, saya mengimbau kepada semuanya agar mampu untuk mempersiapkan anak-anak kita dengan baik sehingga mereka tamat dari SMK bisa bekerja secara mandiri sesuai dengan kompetensi keahlian masing-masing”, terang dia.

 

Ambrosius menyampaikan terima kasih kepada Penjabat Bupati TTS dan Kasrem 161/Wira Sakti Kupang yang hadir dalam gebyar SMK Se- Kabupaten TTS.

Di hadapan para pejabat dan ratusan masyarakat yang ada Ia juga menitipkan SMK Noebaun yang ada di Desa Noenoni kepada Kasrem 161/ Wira Sakti, Kolonel Cpl Simon Petrus Kamlasi terkait dengan keberadaan air bersih karena di lokasi tersebut juga masih kesulitan air.

“Khusus untuk Kasrem 161/Wira Sakti, Bapak Kolonel Simon Petrus Kamlasi, saya juga menitipkan SMK Negeri Noebaun yang berlokasi di Desa Noenoni ini karena di lokasi ini juga masih kesulitan dengan air, karena itu kami berharap ada agar persoalan air bisa teratasi”, harap dia.

 

Sementara itu Kasrem 161/ Wira Sakti Kupang – NTT, Kolonel Cpl Simon Petrus Kamlasi, juga memberikan apresiasi kepada kepada MKKS SMK kabupeten TTS Karena dalam gebyar tersebut banyak hal baru yang diperoleh.

 

“Gebyar yang dilaksanakan oleh MKKS SMK Se-kabupaten TTS ini banyak hal yang mengejutkan, karena banyak hal baru yang dipromosikan di sini, anak-anak SMK di TTS ini menunjukkan prestasi yang luar biasa. Berkaitan dengan TNI ada program unggulan yang kita bisa mendukung hasil karya mereka, ketahanan pangan misalnya di sini ada pupuk organik, bagaimana kita membuatkan simulasi penggunaannya dan juga menghubungkan dengan perhitungan ekonominya sehingga anak-anak itu bisa dapat panggung, mereka bisa berkreasi agar hasilnya bisa dipergunakan untuk produksi secara massal”, ujar dia.

“Terkait dengan perkembangan teknologi ini ternyata di TTS ini juga sudah ada sekolah yang mendesain mobil listrik yaitu di SMA Plus PGRI Mnelalete, yang mana dalam gebyar SMK ini juga mereka hadir dan mempromosikannya, ini menunjukkan bahwa anak-anak kita di TTS juga tidak kalah saing tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita menyediakan ruang atau mendukung setiap inovasi yang ada”, tambah Balon Guberbur NTT itu.

“Terkait penyampaian Bapak Kadis tentang persoalan air di sini, karena ada program TNI – AD Manunggal Air, maka kedepan kita juga akan memberikan kontribusi untuk memperhatikan kebutuhan air di sini”, ujar dia.

Ketua MKKS SMK Kabupaten TTS, Drs. Bernadus Na’atonis, M.Pd., kepada media ini menyampaikan, selain memeriahkan Hardiknas, gebyar SMK tingkat Kabupaten TTS tahun 2024 juga digelar sebagai ajang promosi SMK.

 

“Gebyar SMK yang kami MKKS SMK Kabupaten TTS selenggarakan ini dalam rangka memeriahkan Hari Pendidikan Nasional pada tahun 2024. Kegiatan ini merupakan tahun yang keempat dengan berbagai mata lomba yang diikuti oleh para peserta didik, karena itu momen ini juga sekaligus sebagai ajang promosi bagi kami SMK karena berdasarkan tagline yang ada bahwa SMK itu bisa dan hebat,” tuturnya.

 

Bernadus juga mengaku bangga karena ada peningkatan dari tahun sebelumnya, yang mana banyak sekolah yang terlibat dalam gebyar SMK yang diselenggarakan di SMK Negeri Noebaun pada tahun 2024, sebanyak 31 SMK yang berpartisipasi dari 35 SMK yang ada di kabupaten TTS. Selain itu, ada juga nuansa baru yaitu setiap sekolah membuka stan untuk mempromosikan hasil produk yang ada di setiap satuan pendidikan masing-masing.

“Gebyar SMK yang berpusat di SMK Negeri Noebaun tahun ini sangat membanggakan karena dari 35 SMK yang tersebar di Kabupaten TTS ini, ada 31 sekolah yang berpartisipasi, sementara hanya 4 sekolah yang tidak berpartisipasi. Namun ada nuansa baru pada gebyar SMK tahun ini karena ada setiap sekolah mendirikan STAN yang mana mempromosikan keunggulan dari masing-masing kompetensi keahlian dari setiap sekolah yang ada.” urainya.

Selaku ketua MKKS, Bernadus juga menyampaikan bahwa dalam setiap perlombaan, ada yang juara dan ada yang tidak dapat juara, karena itu diharapkan agar para peserta yang mengikuti lomba jangan merasa kecil hati atau minder jika tidak memperoleh juara.

“Karena itu bukan tujuan utama dari gebyar SMK tetapi tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan SMK di Kabupaten TTS dan juga sebagai momen untuk silaturahmi dalam menjaga hubungan kerja antara sekolah yang satu dengan yang lain,” tegasnya.

Ketua panitia kegiatan, Joni Leo, S.Si, dalam laporan kepanitiaannya menyampaikan bahwa gebyar SMK Se-kabupaten TTS merupakan agenda rutin tahunan sebagai wadah untuk berkreasi dengan menampilkan karya kreatif dan inovatif peserta didik SMK dengan mengedepankan sportivitas dalam pengembangan diri secara optimal sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan.

Joni Leo juga menyampaikan bahwa dari 35 SMK yang ada di Kabupaten TTS ada 31 SMK yang berpartisipasi dalam beragam mata lomba yang digelar panitia. Jenis mata lomba yang dilombakan yakni, Cipta dan Baca Puisi, Solo Putra dan Putri, Debat Bahasa Inggris, Debat bahasa Indonesia, dan Tari Kreasi, selain itu juga setiap SMK mengadakan pameran hasil produk di setiap stan masing-masing. Pungkas Joni Leo yang juga kepala SMK Negeri Kolbano.

 

Adapun tujuan dari gebyar SMK tersebut yaitu; Pertama, Mengembangkan seni sesuai dengan norma Budi pekerti dan karakter peserta didik yang berbasis budaya bangsa. Kedua, Meningkatkan kreativitas dan motivasi peserta didik untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan berdasarkan minat, bakat, dan kompetensi yang dimiliki. Ketiga, Menumbuhkembangkan sikap sportivitas dan kompetitif peserta didik sejak dini yang merupakan bagian dari pendidikan karakter serta meningkatkan peserta didik dalam bersosialisasi.

Joni Leo juga menyampaikan terima kasih kepada kepala dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi NTT, Kasrem 161 Wira Sakti, Penjabat Bupati TTS, Para pimpinan OPD, Kepala Dinas PK Kabupaten TTS, para kepala SMA/SMK se- kabupaten TTS, para peserta didik, pemerintah desa Noenoni, par peserta didik, tim juri, dan semua masyarakat yang hadir dan mendukung gebyar SMK Se- Kabupaten TTS tahun 2024.

Hadir pada kesempatan tersebut, Korwas Dikmensus Kabupaten TTS, Jeremias Pelle, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Musa Benu, sejumlah kepala SMA, SMK, camat Oenino, kepala desa, aparat keamanaan, dan masyarakat setempat, peserta lomba dan guru pendamping, serta tim juri dari YASPENSI dan IAKN Kupang. (LA/Sintus).

  • Bagikan