OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT- Apresiasi untuk desa Baumata Barat, Kecamatan Taebenu, kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur yang terus berupaya menurunkan kasus Stunting.
Kepala desa Baumata Barat Abraham M.N Kihe ketika ditemui Media di ruang kerjanya menjelaskan, ketika memimpin desa Baumata Barat kasus Stunting berjumlah 16, tetapi kini tinggal 7 kasus.
Menurut dia, pemerintah desa berkolaborasi dengan dinas terkait dalam memerangi stunting.
“Terutama dinas kesehatan, Puskesmas kita berupaya apalagi ini program pak Bupati dan wakil Bupati itu menekan sekecil mungkin angka stunting. Sementara ini kita di desa-desa kita berupaya untuk itu”, jelas Kihe.
Menurut dia, pihaknya memberikan makanan tambahan untuk mempercepat penurunan stunting.
Ia mengatakan, kasus stunting muncul karena pernikahan dini dan kemmiskinan.
“Keluarga yang kategori miskin. Apalagi yang miskin extrem. Tapi puji Tuhan angka stunting di Baumata Barat tidak tinggi dibandingkan desa lain. Kita ada 8 desa di kecamatan Taebenu ini ya saya masih sangat bersyukur stunting masih kecil”, ujarnya.
Menurut dia, kondisi ini harus dijaga agar angka stunting tidak naik.
“Caranya seperti yang saya bilang tadi misalnya perhatikan gizi anak lewat berbagai kegiatan. Pemberian makanan tambahan, vitamin A, penimbangan untuk tau berat badan anak. Ukur tinggi anak. Baru-baru ini kami lakukan timbang dan ukur anak. Upaya -upaya yang demikian yang kita lakukan bekerjasama dengan Puskesmas yang sekiranya itu bisa menurunkan angka stunting”, ujarnya.
Ditanya adakah program “Bapa Asuh” ia mengatakan, program tersebut belum ada di desa Baumata Barat.
“Ehh di kami belum ada program bapa Asuh. Di desa lain mungkin ada. Karena di sini tidak terlalu banyak sih angka stunting. Di sini tidak terlalu banyak yang di bawah garis kemiskinan. Kita kan orang Pendatang semua. 80 persen itu Pegawai baik Negri maupun swasta. Apalagi kami di perumahan”, kata dia.
Ditanya adakah kasus DBD di desa Baumata Barat Abraham menjelaskan, puji Tuhan sampai saat ini kasus DBD belum ada.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




