KUPANG, FLOBAMORA-SPOT.COM – Penjabat Wali Kota G.M. Hadjoh Kupang lakukan kunjungan kerja ke kelurahan Fatufeto Rabu (19/10/22). Dalam dialog dengan masyarakat GM. Hadjoh berharap masyarakat dapat menyampaikan hal-hal mendesak agar Pemkot Kupang dapat menangani dengan cepat.
“Saya memberikan kesempatan kepada bapak ibu untuk menyampaikan hal-hal apa yang menjadi kebutuhan kita di sini yang mendesak, perlu pemerintah hadir.
Saya menyampaikan tidak serta-merta bahwa setiap permintaan harus langsung diselesaikan. Permintaan yang berat itu harus kita rumuskan, sementara yang sifatnya cepat dan bisa kita tanggulangi karena ada item pembiayaannya”, ujarnya.
George M. Hadjoh menyadari tidak semua persoalan masyarakat dapat dengan mudah ditangani. Perlu ada perencanaan yang matang.
“Karena itu semua pikiran masyarakat untuk membangun silakan di sampaikan untuk dibuat perencanaan dan penganggaran”, jelasnya.
“Jadi saya minta bapak ibu untuk jangan pikir semua yang disampaikan bisa seperti main sulap bim salah bim terus selesai kita semua adalah orang yang paham itu karena harus melalui perencanaan penganggaran apakah di 2023 atau 2024 kita akan lakukan. Semua pikiran-pikiran yang bertujuan membangun kelurahan ini mari kita bicara disini. Saya minta apa yang menjadi catatan-catatan bapak, ibu sekalian kasi untuk kita pikirkan bersama-sama”, tambahnya.
Yos Alomau ketua RW 07 Kelurahan Fatufeto mengatakan,
banyak jalan gang dan jalan lorong yang rusak.
“Yang menjadi prioritas kami adalah lampu penerangan jalan. Kemarin kami sudah coba mendata, ada yang dibawah 5 ada yang diatas 5 sehingga kami menarik satu garis rata-rata lima sehingga jumlah 120 titik. Berapa saja yang pemkot kasih akan kami tempatkan di tempat yang sesuai. Yang kedua tentang air bersih, belum semua di kelurahan Fatufeto menggunakan air dari PDAM. Kami ada mata air di RT 8 dari sumur tua yang airnya tidak pernah kering kami minta kalo bisa ada bak penampungan. Air dari sumur disedot ke bak penampungan untuk kepentingan masyarakat yang belum dapat dari PDAM. Yang ketiga ada rencana pembukaan jalan baru menghubungkan kelurahan Mantasih dan Fatu Feto sekitar 200 meter. Tembok penahan longsor antara RT 19 sampai RT 24”, urainya.
Menanggapi laporan ketua RW 07 Kelurahan Fatufeto, Penjabat Wali Kota Kupang mengatakan akan berkoordinasi dengan dinas PU dan PDAM supaya dilakukan survei ke lokasi yang dimaksud untuk pemasangan lampu jalan dan pembuatan bak penampung air untuk keperluan masyarakat.
“Saya coba dengan cara-cara kerja kolaborasi sekarang kalau uang di APBD tidak ada maka kita harus cari dari APBN, kita harus cari dari LSM kita cari dari eksternal agensi karena banyak orang yang punya hati dan empat terhadap kemanusiaan karena ini hubungan air dengan kehidupan. Jadi nanti secara teknis silakan PDAM saya minta untuk betul-betul dipetakan semua”, terangnya.
Kunjungan kerja Penjabat Wali Kota Kupang kali ini tidak saja di hadiri masyarakat sipil. Perwakilan dari TNI angkatan darat juga hadir.
Kelurahan Fatu Feto sendiri merupakan bagian dari daerah teritorial batalion infanteri 743. Perwakilan TNI menyampaikan beberapa harapan untuk ditindaklanjuti Pemkot Kupang. Apabila diperlukan TNI siap digerakkan untuk membantu proses pelayanan di wilayah teritori batalion infanteri 743.
“Kami di asrama benteng di bawah kelurahan Fatufeto RT 03. Sekitar 2 tahun lalu kami sudah mengajukan 2 kali untuk masalah pengaspalan. Mohon ini bisa menjadi atensi bapak. Jalan ada 400 meter dengan lapangan hitam. Di dalam lapangan ada sekitar 99 kepala keluarga. Untuk di ketahui di dalam lapangan benteng terdapat cagar budaya yaitu salah satu kapela pertama di NTT. Ada juga satu makam Belanda. Kalau tidak salah itu salah satu pendeta pertama di Kupang. Untuk bulan ini kami dikunjungi anak-anak SD yang kadang mereka mengeluh, jalannya kok rusak. Untuk sementara itu keluhan kami bapak. Untuk ruang lingkup teritorial batalion infanteri 743 ijin menyampaikan untuk loyalitas kami terhadap kelurahan Fatufeto dan Kota Kupang jangan di ragukan. Kami siap untuk digerakkan”, tegasnya.
Menanggapi laporan tersebut dinas terkait menyampaikan permohonan maaf karena sampai sekarang pihaknya belum mengetahui karena ini berhubungan dengan aset.
“Kalau nanti ada pertimbangan lain dari bapak Penjabat kami bisa pertimbangkan itu”, ujarnya.
Penjabat Walikota menyampaikan akan melihat kemungkinan bantuan itu, secara aturan yang berlaku. Kalau memungkinkan untuk dibantu kemungkinan akan dalam bentuk hibah. George M. Hadjoh juga berterimakasih atas kesiapan TNI membantu kerja pemerintah Kota Kupang.
“Memang kalau dengan TNI POLRI ada kepastian. Kita semua yang ditempa dengan disiplin pasti akan melakukan hal yang sama. Memang kalau secara aturan Pemkot bisa biayai apabila itu bagian dari aset kita. “Tetapi kalau tidak maka aset itu bisa di bantu dalam bentuk hibah, dalam bentuk pekerjaan atau nanti kita bangun terus kita hibahkan. Saya juga berterimakasih, karena nanti TNI saya minta turut berpartisipasi dalam Keamanan dan Tertip Masyarakat (Kamtibmas) supaya kita punya masyarakat merasa aman. Jam berapapun keluar rumah tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Maka yang tukang mabok kasih ingat untuk mabok di rumah. Mabok di jalan itu berbahaya. Sekarang kita sudah gagas garnisun”, pungkasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




