Wagub NTT Inginkan Stunting Turun Hingga Nol Kasus

  • Bagikan
Wagub NTT Josep Nae Soi bersama para Wakil Bupati usai mendatangani Komitmen bersama penurunan stunting Kamis (4/8/22).

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT.COM – Wakil Gubernur NTT Josep Nae Soi hadir dan membuka kegiatan Rekonsiliasi Stunting Tingkat Provinsi NTT. Kegiatan berlangsung di Hotel Aston Kota Kupang Kamis (4/8/22).

 

Kegiatan berlangsung secara Daring dan luring, Dihadiri Sekda Propinsi NTT, Wakil Wali Kota Kupang, para Wakil Bupati se-NTT salah satunya Wabup Kupang Jerry Manafe dan para Staf Khusus Gubernur NTT.

 

Mengawali sambutannya, Wakil Gubernur Provinsi NTT Josef Nae Soi mengatakan, “kita bisa menurunkan angka stunting dengan legasi kita hingga angka Nol. Terima kasih karena dengan kehadiran semua pihak terkait stunting, menandakan bahwa saat ini kita sedang berperang melawan stunting”.

 

Dirinya juga berpesan bagi Wakil Walikota Kupang dan para Wakil Bupati se-NTT, ini saatnya membuat legasi demi membangun NTT.

 

Dia berharap agar seusai pertemuan ini, para Wakil Bupati memerintahkan camat hingga kades untuk mendata semua anak stunting yang ada dengan pendataan by name by address.

“Kita di sini tidak lagi melakukan pertemuan tapi langsung action dilapangan. Karena ini merupakan salah satu pekerjaan luar biasa dalam hal memberi sesuatu kepada orang lain untuk berlegasi”, tegas Josef.

 

Sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting, Josef Nae Soi juga mengharapkan agar semua komponen terkait yang hadir saat ini bisa bersama mencegah dan menurunkan angka stunting di NTT.

 

Dalam pemaparannya Josef Nae Soi menjelaskan, stunting harus dicegah sejak dini, khususnya harus melalui calon ibu. Karena bayi dalam kandungan, sudah mampu mendengar percakapan seorang ibu. Karena itu, harus adanya kesehatan jasmani dan rohani agar tumbuh kembang bayi bisa sebagaimana yang diharapkan dan tidak terkena stunting.

 

Dia mengingatkan, NTT berada pada angka tertinggi stunting.

“Banyak sumber daya yang ada di NTT, tidak seharusnya NTT menjadi salah satu daerah stunting tertinggi. Tugas kita adalah melakukan pendekatan edukasi kepada generasi muda agar mampu menguasai diri dalam pergaulan yang mengakibatkan kehamilan di luar nikah dan kami akan melakukan roadshow ke semua kabupaten di NTT dalam rangka pencegahan stunting di NTT”, tutup Wagub Josef Nae Soi.

 

Acara ini dilanjutkan dengan dialog yang dipimpin Wagub NTT dimoderatori Staf Khusus Gubernur NTT Prof. Ir. Fredrik L. Benu, dan peserta lainnya. Kemudian disambung dengan penandatanganan MoU dari Wakil Walikota Kupang dan para Wakil Bupati se- NTT bersama Wakil Gubernur NTT dalam rangka percepatan penurunan stunting serta penandatanganan nota kesepahaman antara BKKBN Prov. NTT dengan Perum BULOG dalam upaya percepatan angka penurunan gizi buruk dan stunting di NTT.

 

Hadir pula para Pimpinan OPD se-NTT, Ketua Penggerak PKK se-NTT, para NGO/LSM, pihak Perbankan, Satgas Penurunan Stunting se-NTT dan para Peserta Rekonsiliasi Stunting.

Penulis: NHEditor: Sintus
  • Bagikan