Aneh Bin Ajaib !! Tidak Ada Kasus Polio, Namun Desa Baumata Barat, Masuk Sasaran Program Polio.

  • Bagikan
Kades Baumata Barat Abraham Kihe saat ditemui Media Kamis (31/3).

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT.COM – Tiga desa dan satu kelurahan di kabupaten Kupang menjadi sasaran program Polio yang ditetapkan Pemerintah pusat.

 

Tiga desa dan satu kelurahan tersebut yakni desa Lifuleo di kecamatan Kupang Barat, desa Baumata Barat di kecamatan Taebenu, desa Noelbaki di Kecamatan Kupang Tengah dan kelurahan Naibonat di Kecamatan Kupang Timur.

 

Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa desa Baumata Barat (bukan desa Baumata seperti dirilis sebelumnya) tidak ada satupun penderita Polio, tetapi masuk dalam 4 desa kelurahan sasaran program polio di kabupaten Kupang ?

 

“Memang desa sasaran tetapi belum ada kasus polio. Gejalapun belum ada. Dulu pernah ada tapi sudah meninggal. Memang kita tdak bisa vonis orang tapi dari gejalanya”, jelas Kepala desa Baumata Barat Abraham Kihe kepada Media ini Kamis (31/3).

 

Ditanya mengapa tidak ada data penderita polio namum masuk dalam sasaran program polio Pemerintah pusat Abraham mengatakan, hal itu yang membuatnya dan Camat Taebenu bertanya-tanya.

 

“Kemarin (Selasa, 29/3), dalam workshop itu saya dan juga pak Camat tanya kepada pak Wakil Bupati. Namun pak Wakil dan teman-teman PMI bilang bahwa, entah di pusat itu cara pemilihannya seperti apa kita juga tidak tau. Akhirnya pak Wakil bilang, bukan karena ada dan tidaknya kasus polio tapi bagaimana masyarakat itu bisa siap, jika sewaktu-waktu ada kasus polio. Penyakit ini bisa sewaktu-waktu ada”, kata dia mengulangi pernyataan Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe.

 

Ia mengatakan, Wakil Bupati meminta Kepala desa dan Lurah membentuk relawan.

 

“Relawan sudah dibentuk di tingkat desa yakni 20 orang anggota dan Komite Desa terdiri dari 5 orang dari berbagai unsur BPD menjadi ketua Komite. Ada tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, tokoh perempuan, tokoh Pemuda dan tokoh agama. Nama mereka Saya sudah kirim ke kabupaten”, ujarnya.

 

Menurut dia, untuk mendeteksi seseorang menderita polio dilakukan dalam rentang waktu 60 hari. Lewat dari 60 hari tidak bisa memvonis seseorang polio.

 

“Jadi tugas relawan dan komite, jika menemukan ada gejala segera kasih laporan ke puskesmas supaya puskesmas dengan PMI bisa mendeteksi itu”, jelasnya.

 

Ia mengatakan, sesuai rencana akan ada kunjungan lapangan dari Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe. “Besok itu kita ada micro planing atau kunjungan lapangan dari pak Wakil Bupati dimulai dari Kupang Timur dan berakhir di Kupang Barat.

 

Ia mengatakan, pihaknya belum bisa mengukur sejauhmana dampak dan bagaimana mengatasi kasus Polio. “Karena itu tadi, kasusnya belum ada baik sebelumnya maupun sekarang, sehingga tidak ada pembanding. Misalnya tahun kemarin sekian orang tahun ini sekian orang ada peningkatan atau tidak. Seperti itu”, ujarnya.

 

Ia mengatakan, meski belum ada kasus namun patut diwaspadai, karena bisa saja sewaktu-waktu ada, karena pola hidup yang kurang sehat.

Penulis: TimEditor: Sintus
  • Bagikan