Wawali Sebut, Dulu Malnutrisi, Sekarang Stunting dan Obesitas

  • Bagikan
Wawali dr. Herman Man potong tumpeng hari Gizi Nasional tingkat Kota Kupang Minggu (30/1/22)

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT.COM – “Pada tahun 1960 saat hari gizi nasional pertama kali dicanangkan, Indonesia berhadapan dengan persoalan malnutrisi, yang saat itu dikenal dengan istilah kekurangan energi protein. Saat ini masyarakat Indonesia berhadapan dengan persoalan menyangkut gizi yakni stunting dan obesitas. Pemerintah sudah memiliki program khusus untuk penanganan stunting. Sedangkan  penanganan obesitas, masih kurang sosialisasi. Padahal tingkat kematian tertinggi di Indonesia penyebab utamanya adalah karena penyakit yang timbul akibat obesitas, seperti hipertensi, kolesterol dan serangan jantung”.

 

Demikian dikatakan Wakil Walikota Kupang dr. Herman Man, saat menghadiri peringatan Hari Gizi Nasional ke-62, yang diselenggarakan Poltekes Kemenkes Kupang di Kampus Program Studi Gizi dan Kebidanan Poltekes Kemenkes Kupang, Jumat (28/1).

 

Wawali mengimbau Prodi Gizi Poltekes Kemenkes Kupang sebagai pabriknya ahli gizi di NTT, ikut serta dan berkotribusi dalam upaya penanganan dua persoalan menyangkut gizi ini.

Menurutnya, perlu ada sosialisasi tentang cara-cara penanganan obesitas, salah satunya melalui olahraga dan asupan gizi yang seimbang.

“saya berharap kegiatan sosialisasi mengenai gizi seimbang ini tidak hanya sekedar dibuat karena momentum hari gizi saja. Para ahli gizi diminta membantu mensukseskan upaya pemerinatah untuk menurunkan angka stunting dan obesitas, di Kota Kupang khususnya dan di NTT pada umumnya. Mari beri sesuatu yang hebat sebagai kontribusi kita bagi bangsa ini,” pungkasnya.

 

Wakil Direktur  I Poltekes Kemenkes Kupang, Irfan, SKM, M.Kes mengakui Prodi Gizi didirikan untuk mencetak kader-kader yang berkontribusi dalam upaya penanganan masalah gizi di NTT. Melalui momentum peringatan Hari Gizi Nasional ke-62 ini mereka ingin memberikan pesan kepada masyarakat tentang pentingnya memberikan asupan gizi seimbang. Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Gizi Nasional ke-62, mereka juga menggelar aksi donor darah dan lomba cipta menu untuk mahasiswa.

 

Wakil Ketua I DPD Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Provinsi NTT, Gusti Ngurah Suarnawa, mengapresiasi Prodi Gizi Kemenkes Poltekes Kupang yang sudah menggagas peringatan Hari Gizi Nasional ini. Ditambahkannya, tugas Persagi sebagai organisasi profesi adalah membantu pemerintah dalam upaya menurunkan angka stunting dan obesitas serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan asupan gizi seimbang. Menurutnya ketercukupan pangan harus disertai pula dengan asupan gizi yang seimbang.

 

Kepala Program Studi  Gizi Poltekes Kemenkes Kupang, Agustina Setia, S.ST, M.Kes., menyampaikan terima kasih kepada Wawali dan Ketua TP PKK Kota Kupang yang sudah berkenan hadir merayakan peringatan Hari Gizi Nasional bersama mereka. Menurutnya kegiatan yang bertema Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas, dengan slogan gizi Seimbang, keluarga sehat, negara kuat itu bisa terlaksana berkat kerja sama Kemenkes dan DPD Persagi NTT.

 

Peringatan Hari Gizi Nasional ke-62 di Kota Kupang tersebut diawali dengan jalan sehat yang dilepas oleh Wawali. Kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng bersama. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala BPOM Kupang, Tamran Ismail, S.Si, M.P, Ketua Dharma Wanita Kota Kupang, Ny. Louise Marlinda Funay-Pellokila bersama jajarannya, para Wakil Direktur Poltekes Kemenkes Kupang, para dosen dan pegawai serta mahasiswa di Prodi Gizi dan Kebidanan Poltekes Kemenkes Kupang. *

  • Bagikan