Terima Rombongan USAID,  Gubernur NTT Minta, Kerja  Lebih Fokus

  • Bagikan
Gubernur NTT VBL bersama Rombongan USAID Rabu (3/11/21)

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT.COM – Gubernur NTT,  Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) minta agar  United States for International Development (USAID)  fokus menyelesaikan satu program kerja.

 

“Kami mengapresiasi niat baik dari USAID untuk mendukung Pemerintah Provinsi NTT. Kami minta agar USAID fokus pada program penurunan angka kematian ibu (AKI). Dan angka kematian bayi baru lahir (AKB) saja. Cukup fokus di salah satu Kabupaten yang angka kematiannya tinggi. Kerjakan sampai tuntas baru beralih ke program dan kabupaten lain, ” tegas Gubernur VBL saat beraudiensi dengan Direktur USAID Indonesia, Ryan Washburn dan rombongan di ruang kerja Gubernur, Rabu (3/11).

 

Menurut Gubernur VBL, kondisi NTT yang masih miskin dan tertinggal membutuhkan kerja kolaboratif dan keterlibatan  dari berbagai pihak. Tidak hanya Pemerintah.  Namun kerjanya harus fokus dan terukur. Pemerintah Provinsi siap memfasilitasi dan mendukung program yang dijalankan USAID.

 

“Kepala Bappelitbangda bisa rekomendasikan satu Kabupaten dengan prosentasi angka kematian ibu dan bayinya tinggi kepada USAID supaya kerjanya lebih maksimal. Kita ingin penanganan sampai tuntas baru beralih ke program dan Kabupaten lain, “jelas Gubernur.

 

Lebih lanjut Gubernur menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT agar AKI dan AKB nol persen.

 

“Komitmen ini membutuhkan kerja fokus. Duplikasi ke Kabupaten lain akan menjadi lebih mudah kalau satu Kabupaten yang sebelumnya jadi pilot project sudah tertangani sampai selesai, “pungkas Gubernur VBL.

 

Sementara itu, Direktur USAID Indonesia, Ryan Washburn menyambut positif tawaran dari Gubernur VBL. USAID siap mendukung Pemerintah Provinsi  NTT melalui program MOMENTUM untuk percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi di NTT.

 

“USAID gembira dapat bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi NTT terutama dalam percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi. Saat ini kita bermitra dengan Pemerintah Provinsi dan 13 Kabupaten/Kota di NTT. Untuk peningkatan kualitas kesehatan ibu dan bayi baru lahir di fasilitas kesehatan. Tentu saja anjuran dari pak Gubernur untuk fokus pada satu masalah dan satu Kabupaten  akan kita tindaklanjuti  dengan instansi teknis. Kami juga sepakat dengan tawaran ini, “kata Ryan.

 

Lebih lanjut Ryan mengungkapkan untuk mempercepat penurunan AKI dan AKB, pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan. Kementerian Kesehatan serta mitra swasta untuk mereplikasi sistem ambulans pengumpan yang telah diterapkan di Kabupaten Lebak, Banten. Untuk tiga Kabupaten di NTT yakni Timor Tengah Selatan,  Sumba Barat Daya dan Ende.

 

“Ambulans Pengumpan ini diubah menjadi kendaraan serba guna yang disebut AMMDes (Angkutan Mekanis Multiguna Desa). Kendaraan ini  bisa mengangkut perempuan, anak-anak dan laki-laki dari daerah pedesaan ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan perawatan kesehatan. Kami serahkan enam unit AMMDes untuk tiga Kabupaten pilot project. Hal  ini sebagai dukungan nyata kami untuk menurunkan jumlah kamatian ibu dan bayi baru lahir, “ujar Ryan.

 

Pada kesempatan tersebut Ryan juga melaporkan beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan USAID selama kunjungan ke NTT. Di antaranya terlibat dalam peluncuran Program Kesiapsiagaan Polio di Kota Kupang pada 2 November. Juga bersama UNICEF, USAID telah mendukung pelaksanaan vaksinasi di Kota Kupang.

 

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur NTT dan Direktur USAID Indonesia saling bertukar cinderamata.

 

Direktur USAID bersama staf khusus Gubernur Bidang Kesehatan, Stef Bria Seran meluncurkan AMMDES di ruang Rapat Asisten Kantor Gubernur NTT.

Penulis: Biro AP NTT/Ellena/rilisEditor: sintus
  • Bagikan