Pengelolaan Pantai Panmuti Harus Dimulai Pemerintah Desa

  • Bagikan
kadispar dan kabudayaan Kabupaten Kupang Piter Charles Sabaneno ketika ditemui di Ruang kerjanya Kamis (27/5/21)

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT.COM – Pantai panmuti sudah mulai dikenal berbagai lapisan masyarakat. Setiap hari selalu ramai. Apa lagi hari libur dan hari Minggu lebih ramai lagi. Namun belum ada perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Kupang.

“Desa mulai dulu dengan alokasi Dana Desa. Desa raba dulu pengunjung banyak baru kami tendes, tapi kalo dinas dahulu wei wilayah kabupaten ini begini luas doi berapa?”, ujar kadis Pariwisata dan kebudayaan kabupaten Kupang Piter Charles Sabaneno kepada Media ini di ruang kerjanya Kamis (27/5/21).

 

Menurut dia, setelah berjalan baik maka Pemerintah akan memberikan perhatian untuk menyiapkan segala fasilitas. “setelah jalan dirintis baru ada perhatian dari kami, dari DPRD, Bupati ada penekanan, LSM atau wartawan hei tolong lihat dulu di sana sudah viral tu, itu baru katong masuk. Katong duluan-duluan star dari nol wah mati. Fasilitas semua ratus juta, Milyar ni”, terangnya.

Ia mengatakan, Pemerintah Desa bisa memulai perbaikan jalan masuk atau membangun Lopo dan fasilitas lain dengan Dana Desa setiap tahun.

Pantauan Media ini di pantai Panmuti sudah ada beberapa lopo yang dibangun secara  swadaya oleh  masyarakat. “Padahal itu star awal pemasukan untuk Desa. Orang bajual, sewa lopo satu bulan berapa gitu. kemudian jalan masuk dan fasilitas kamar mandi, tempat parkir, banyak hal. Jadi dana desa dulu setelah ramai baru kita masuk dengan dana APBD”, jelasnya.

Menurut dia, saat ini Pemerintah masih konsentrasi di Amarasi Selatan untuk pembenahan pantai Teres sehingga Pemerintah belum bisa mengalihkan anggaran ke tempat lain.

“Apalai Program pemerintah di Timur katong pi Barat. Salah lai”, ujarnya.

Disinggung mengenai perlunya jembatan penyebrangan sekitar 4-5 meter ke area Bukit Panmuti ia mengatakan, Pemeritnah Desa dan masyarakat bisa buat jembatan darurat untuk memudahkan orang bisa tetap ke area bukit Panmuti saat air pasang karena dari sanalah pengunjung bisa menikmati laut Timor yang membentang luas.

“Memang agak dalam di muarai itu ya jadi kalo datang saat air pasang berarti tidak bisa ke bukit Panmuti untuk foto-foto. Masyarakat bangunlah  jembatan darurat”, pungkasnya. (tim/sintus)

 

  • Bagikan