Bangun Pantai Teres Secara Swadaya, Korinus:”Satu Lopo Hanya 25 Juta”

Selesai dulu baru bayar

0 417

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT.COM – Pembangunan pantai teres di Amarasi Selatan terus digenjot walau dihadang Covid-19 dan Bencana Siklon Tropis Seroja. Bupati Kupang Korinus Masneno ketika ditemui wartawan mengatakan, seluruh isi dalam Pantai Teres hampir selesai dibangun secara padat karya oleh masyarakat demi menghemat anggaran .

 

“Saat ini memang agak terkendala sedikit tapi itu bukan kita gunakan pihak ke tiga khususnya yang interior dalam tetapi itu polanya padat karya, kenapa ? Karena dipikir-pikir kok mahal sekali, contohnya satu lopo hanya taruh daun disitu kalau direncanakan secara konsultan satu lopo itu jatuhnya 80 juta hanya taruh bambu taruh daun selesai, saya tidak mau lakukan itu jadi saya tawar lain, 25 satu lopo tapi saya kasih aturan lagi bungkus dulu dengan seng baru taruh daun dari atas. Supaya kalo daunnya lapuk dia tidak merambat lagi ke kayu. Dia tidak taruh daun saja kalau harus pake itu bisa 80-90 juta jadi saya tawar rakyat  25 (juta) mau tidak ? Mau. Bikin pernyataan kerjakan sesuai dengan gambar konsultan kalo tidak sesuai berarti tidak dibayar”, demikian dikatakan Bupati Kupang kepada Wartawan di Kantor Bupati Kupang Senin (10/5/21).

Menurut dia, Pemerintah harus tegas dalam proses pembangunan Pantai Teres sehingga tidak terbengkalai dan berjalan baik sesuai rencana.

“Kerja habis baru bayar bukan sebelum kerja ambil uang nanti sebentar pergi minum mabok uang su habis. Jadi kerja habis baru bayar oleh karena itu mereka masih bekerja sampai sekarang, hanya tinggal lopo besar yang seperti di (pantai) Otan. Itu bahannya semua bahan lokal saya bilang ke mereka kalo yang model begitu di sana dibangun dengan 1 M lebih di kampung sini 350 juta berani ko sonde termasuk dia pu WC. Dong bilang bisa, Karena kayu semua su di sini sekarang mereka su skap habis kayu dan su mulai bangun dan mudah-mudahan bisa sampe selesai karna selesai dulu baru dibayar kalau tidak selesai tidak dibayar. Sekarang masih dalam proses kerja lalu yang baru-baru untung belum dikerjakan karena dia harus ada di tengah gunung supaya Viewnya bagus.  Baru-baru itu banjir datang bawa tanah semua untung bangunan belum dibangun kalau tidak rata dengan tanah semua dan kita perkirakan dalam tahun ini akan selesai semua”, terangnya.

 

Ia menambahkan, Lopo outdoor yang berada di pinggir laut juga sudah selesai dilengkapi dengan  Pemecah ombak untuk melindungi bangunan tersebut. “Berbentuk seperti hati jadi kalo air laut datang tabrak ternyata sudutnya itu tajam jadi air tidak membongkar. Perencananya itu dari Semau bagus sekali dia punya rencana di situ juga akan ada taman bunga sepanjang 100 meter di jarak 7 meter dari bibir pante. Taman sudah jadi tinggal mau ditanam bunga”, jelas Masneno.

 

Lantas bagaimana tangga menuju Batu Braun pak Bupati ? “Tangga di fatubraun juga sudah selesai, tempat melihat matahari terbit dan terbenam loponya sudah selesai tinggal teropongnya tahun ini kita pengadaan. Setelah saya cek teropong yang di Ancol itu yang bisa lihat pulau 1000 itu harganya cuma 200 juta kita pikir di kampung, ini berapa milyar. Tinggal itu kita bisa pasang di tempat untuk bisa melihat matahari terbit dan terbenam di Indonesia Timur. Lalu mereka bertanya pada saya itu di mana saya jawab ada Dua tempat di Indonesia, di Bromo, tempat melihat matahari terbit dan terbenam kedua, di Teres. Datang dan saksikan”, pungkasnya. (Tim)