Pembangunan Sarana Prasarana di Pantai Teres Belum Kelar

0 97

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT.COM –  Pembangunan Pantai wisata Teres belum kelar. Pantauan Media ini di Pantai yang berada di Kecamatan Amarasi Selatan itu masih banyak item pekerjaan yang berjalan di tempat antara lain, Area parkir di bawah Batu Braun, Pembangunan jogging track, Lopo baik di pinggir pantai maupun di atas bukit Batu Braun, Tangga naik ke bukit batu Braun, Aula, Resto, Taman Bunga, Kolam renang air laut dan Air tawar, belum dikerjakan.

 

“Baru Jogging track yang kelar, yang lain belum. Semuanya dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat. Satu RW tanggung satu item pekerjaan”, kata Koordinator lapangan seluruh item pekerjaan Bastian Lake kepada Media ini Minggu (3/1/21).

Tangga naik ke Batu Braun. salah satu item pekerjaan yang belum selesai. diabadikan Minggu (3/1/21)

Menurut dia, seluruh dana disiapkan oleh Pemerintah kabupaten Kupang namun diserahkan kepada masyarakat sehingga masyarakat merasa ikut bertanggungjawab terhadap mutu bangunan.

 

“Jangan sampai mutu tidak dijaga oleh kontraktor setelah selesai mereka pergi dan kondisi pantai ini kembali seperti dulu. Kita harus rasa memiliki dan bentuknya adalah bekerja secara swadaya ini”, ujar Lake.

Ia menambahkan, dalam Minggu ini pekerjaan sudah bisa dilanjutkan dan diharapkan segera selesai untuk dimanfaatkan.

Ia menyinggung soal pembangunan jalan 5 KM menuju pantai Teres yang masih menyisakan pekerjaan. “Ada rabat bagian kanan jalan, juga drainase belum selesai. Kita harap Kontraktor segera menyelesaikan tanggungjawabnya”, kata dia.

Meski belum kelar namun antusiasme wisatawan domestic sudah mulai terlihat. Pengunjung silih berganti mendaki ke atas bukit Batu braun untuk mengabadikan pemandangan Pantai teres.

“Kita berharap, lopo-lopo segera dibangun sehingga kita bisa berteduh saat ke sini”, ujar Nahason Ringulangu (66) yang berkunjung ke pantai teres bersama keluarga Minggu (3/1/21).

Nahason sangat mengagumi pemandangan pantai Teres jika dilihat dari atas Bukit batu Braun.

“Luar biasa”, ungkap Opa Nahason. (Oneter/tim)