Bistolen:”Hampir Tiga Tahun Kami Rasakan Kesulitan Air”

0 104

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT.COM – “Hampir tiga tahun ini kesulitan air sangat kami rasakan terutama memasuki musim kemarau seperti sekarang ini,” Demikian dikatakan Yohana Bistolen (48) Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) KAMBOJA Kelurahan Bello Kecamatan Maulafa Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur di Bello kepada Flobamora spot.com Jumat, (16/10).

Petani Bello Jual Hasil Pertanian. Diabadikan Jumat (16/10).

Bistolen mengatakan, untuk mengatasi kesulitan itu, semua anggota wanita tani terpaksa mengurangi areal tanam, yang biasanya satun hektar dikelolah semua, namun karena keterbatasan air hanya sekitar 25×25 meter persegi yang dikelola anggotanya.
Dengan kondisi itu masih menurut Yohana Bistolen, hasil panen berkurang, sehingga pemasukan juga makin terbatas. Yohana berharap, ke depan ada yang mau membantu kelompoknya dengan bantuan sumur bor agar dapat mengatasi krisis air di musim kemarau seperti sekarang ini.

 

Bergita Abuk Tuan anggota KWT Kamboja menambahkan, jenis tanaman yang ditanam di tempat yang sama yakni sayur juga jagung.

 

“Yang kami tanam sayur-mayur juga jagung, namun tergantung ketersediaan air,” kata Bergita.

 

Ditempat yang sama Maria Bistolen Tuan anggota lainnya mengatakan; selama ini kelompok mendapat pendampingan dari PPL Dinas Pertanian Kota Kupang dan mendapat bantuan Bibit, pupuk juga peralatan, tetapi pihaknya tidak banyak berbuat karena keterbatasan air di musim kemarau.

 

Sementara itu Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) Kelurahan Bello, Maria Imakulata Mau dari Dinas Pertanian Kota Kupang di areal persawahan Bello kemarin menjelaskan, secara keseluruhan luas areal pertanian wilayah Kelurahan Bello berkisar 31 Ha. Terdiri dari 17 Ha areal persawahan dan 14 Ha lahan kering. Dan kondisi yang sering dikeluhkan petani Kota Kupang khususnya di Bello hampir sama yakni keterbatasan air.

 

“Hampir semua sama yakni keterbatasan air pada musim kemarau, dan tugas pokok kami terbatas hanya sampai pada pendampingan dan evaluasi serta laporan, soal tindak lanjut dari kondisi laporan kami itu tergantung pada lembaga,” tandas Imakulata. (goe)