Julie:”Jaga dan Tata Lokasi Gua Alam Ini”

0 45

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT.COM – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, Julie S. Laiskodat, Selasa, (6/10/20) melakukan kunjungan kerja ke Desa Fatukanutu Kecamatan Amabi Oefeto Kabupaten Kupang.

 

Kedatangan istri Gubernur NTT itu  ingin melihat dari dekat permasalahan-permasalahan serta potensi yang dapat dikembangkan di daerah ini, salah satunya ialah gua alam di Desa Fatukanutu “NUAT BKAU” atau gua Kelelawar.

Masyarakat Gatuaknutu ketika menerima Istri Gubernur NTT di Gua Nuat Bkau Selasa (6/10)

“Jaga dan tata lokasi Gua alam ini lebih bersih dan menarik, ada tanaman hijau, jalan, listrik, air. Jaga lingkungannya sehingga bisa mendatangkan lebih banyak Pengunjung dan pasti perekonomian menjadi leboh baik”, kata Julie Laiskodat.

 

Menurut dia, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menjadikan sektor pariwisata sebagai Penggerak utama roda ekonomi NTT ke depan.

 

“Peran PKK kecamatan lebih peka lagi serta kerahkan ibu-ibu dan pemuda-pemudi untuk menghasilkan berbagai jajanan pangan lokal serta kerajinan tangan lainnya”, katanya.

 

Julie berharap gua alam ini bisa menjadi destinasi wisata dan jangan dimodernisasi tapi tetap alami.

“Saya minta dibuatkan grand design yang tepat untuk bisa diperjuangkan”, katanya.

 

Terkait Penelitian yang dilakukan, Ia minta masyarakat jangan khawatir hasil yang diperoleh dari penelitian ini nantinya dititipkan sementara ke Museum provinsi, jangan lupa mencatumkan keterangan milik Desa Fatukanutu kabupaten Kupang.

 

“Dan jika kabupaten Kupang sudah siap museumnya, pastinya akan dikembalikan”, ujarnya.

 

Putri Konglomerat Tomy Winata itu mendorong Petani maupun Peternak untuk mengembangkan berbagai potensi pertanian dan peternakan yang ada.

Ia juga menyinggung tentang hasil tenunan motif daerah kendala apa yang dihadapi sampaikan saja kepadanya.

 

Diakhir sambutannya ia berpesan agar etos kerja diperbaiki dan ditingkatkan.

 

Wabup Kupang Jerry Manafe menyampaikan  terima kasihnya kepada Julie Laiskodat beserta rombongan serta seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya ekskavasi gua “NUAT BKAU” Desa Fatukanutu.

“Dalam gua tersebut berdasarkan penelitian yang dilaksanakan oleh Universitas Wolonggong Australia dan Arkeolog Nasional serta Dinas Kebudayaan Provinsi NTT ditemukan adanya tulang manusia serta peralatan modern yang diperkirakan ada sejak zaman neolitik.  Sebuah temuan yang cukup membanggakan masyarakat Kabupaten Kupang untuk dikembangkan dengan penelitian dan kajian yang sistematis”, jelasnya.

 

Menurut dia,  hal ini menjadi penting agar kita paham tentang sejarah budaya, perilaku manusia serta proses perubahan budaya yang terjadi sampai saat ini. (Humas)