KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Bunda Literasi Nusa Tenggara Timur (NTT), Ny. Mindriyati Astiningsih Laka Lena, mendorong optimalisasi keberadaan pojok baca terutama di setiap lingkungan Posyandu agar tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga berkembang sebagai pusat pendidikan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan penyebaran informasi bagi keluarga.
Hal tersebut disampaikannya dalam Lokakarya Optimalisasi Peran Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Literasi Kabupaten/Kota dan Provinsi NTT untuk Pemanfaatan Buku Bacaan Bermutu, di Kupang, Jumat (6/11/2026).
Menurut Mindriyati, pos baca memiliki potensi besar untuk menjadi ruang pembelajaran masyarakat melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan secara rutin. Kegiatan tersebut dapat mencakup pendidikan, kesenian, pelatihan keterampilan, serta edukasi yang melibatkan anak-anak dan keluarga.
Ia mengusulkan agar kegiatan di pojok baca dilaksanakan secara berkala terutama di lingkungan Posyandu, misalnya satu atau dua kali dalam sebulan, sehingga keberadaannya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Selain mendorong minat baca anak, ny Mindriyati Laka Lena juga menekankan pentingnya pendidikan bagi orang tua, khususnya kaum ibu. Materi edukasi dapat mencakup pendidikan anak usia dini, pola pengasuhan, serta pengetahuan yang mendukung tumbuh kembang anak dalam lingkungan keluarga.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan kapasitas para kader pengelola pos baca. Untuk itu, diperlukan kerja sama dengan masyarakat dan berbagai pihak yang memiliki keahlian, termasuk tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.
Melalui kolaborasi tersebut, pojok baca diharapkan dapat dioptimalkan sebagai ruang belajar yang terbuka bagi semua kalangan, sekaligus menjadi sarana pemberdayaan dan penyebaran informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Penguatan pojok baca, dengan demikian, tidak hanya bertumpu pada ketersediaan buku bacaan bermutu, tetapi juga pada kualitas kegiatan, kapasitas pengelola, serta keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam membangun budaya literasi.
Kegiatan lokarya itu selain diikuti seluruh Bunda Litarasi di NTT, juga para kepala Dinas Kearsipan dan perpustakaan serta pegiat Litarasi dan Pengelolah Taman Bacaan Masyarakat. (goe).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




