Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Dalam Semangat Pertobatan, Umat Stasi Santo Agustinus Bello Rayakan Pesta Pelindung

Suasana perayaan, pesta pelindung Stasi Agustinus Bello Jumat (28/8/26).

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Umat Katolik Stasi Santo Agustinus Bello, Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua, Kota Kupang, merayakan pesta pelindung kapela, Jumat (28/8/2026).

Perayaan yang bertepatan dengan Peringatan Wajib Santo Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja, berlangsung sederhana, khidmat, dan sarat nuansa budaya.

Perayaan Ekaristi dihadiri enam imam dengan imam selebran utama Pastor Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua, RD Longginus Bone.

Kekhasan perayaan tampak dari umat yang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah. Koor juga tampil dalam balutan busana adat Manggarai dan membawakan sejumlah lagu liturgi dalam bahasa Manggarai.

Bagi umat Stasi Santo Agustinus Bello, pesta pelindung tidak sekadar menjadi perayaan tahunan, tetapi juga momentum untuk memperbarui iman, mempererat persaudaraan, dan merefleksikan perjalanan komunitas Katolik di Bello.

Pater Armando, SVD dalam homilinya mengajak umat memaknai salib sebagai jalan pertobatan, pengampunan, pengorbanan, pelayanan, dan kerendahan hati.

Ia mengatakan, jalan yang diajarkan Yesus kerap bertentangan dengan logika dunia yang lebih mengutamakan kepentingan diri dan keberhasilan. Karena itu, umat dipanggil untuk berani mengikuti jalan Kristus.

“Mari kita belajar mengampuni, memaafkan, berkorban, melayani, dan rendah hati,” ujar Pater Armando.

Pesan tersebut dikaitkan dengan Injil tentang lima gadis yang bijaksana dan lima gadis yang bodoh.

Menurut dia, perbedaan keduanya terletak pada kesiapan dalam menantikan kedatangan Tuhan. Umat pun diajak untuk tidak menjalani iman secara sambil lalu, tetapi terus memperbarui diri.

Pater Armando juga mengajak umat belajar dari perjalanan hidup Santo Agustinus. Meski pernah menjalani kehidupan yang jauh dari Tuhan, Agustinus akhirnya mengalami pertobatan dan menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah Gereja.

“Apapun dosa kita, jangan pernah merasa terlambat untuk datang meminta kerahiman Tuhan,” katanya.

Ia mengingatkan umat agar tidak berhenti pada perayaan atau pengetahuan tentang Santo Agustinus, tetapi meneladani semangat pertobatan dan pembaruan hidup yang dijalani santo tersebut.

“Jangan hanya merayakan Santo Agustinus, tetapi hiduplah dengan semangat pertobatan dan pembaruan yang pernah ia jalani,” pesannya.

Bertumbuh Menjadi Komunitas Besar.
Pesta pelindung tahun ini juga menjadi momentum untuk melihat perkembangan umat Stasi Santo Agustinus Bello. Hingga Juli 2026, jumlah umat telah mencapai 2600 jiwa yang tersebar dalam 20 kelompok umat basis dan 11 wilayah.

Pertumbuhan tersebut berjalan seiring dengan pembangunan sarana peribadatan. Umat saat ini tengah menyelesaikan pembangunan sebuah kapela pendukung di wilayah RT 20, Bello.

Pembangunan dilakukan secara swadaya dengan semangat gotong royong. Saat ini bangunan telah memasuki tahap penyelesaian bagian atap.

Mengenang Para Perintis. 
Dalam perayaan Ekaristi, umat juga mendoakan para perintis hadirnya iman Katolik di Bello, khususnya almarhum Samuel Siki Bekon Saidjuna.

Samuel dikenal sebagai mantan tentara KNIL yang setelah kembali dari tanah rantau membawa serta istrinya, Martha Bekon Saidjuna, yang telah lebih dahulu memeluk agama Katolik.
Melalui keluarga tersebut, iman Katolik mulai diperkenalkan dan tumbuh di Bello sekitar 1946.

Dari komunitas kecil yang dirintis para pendahulu, umat Katolik Bello kini berkembang menjadi komunitas yang beranggotakan 2600 jiwa.

Pesta pelindung Kapela Santo Agustinus Bello akhirnya menjadi momentum bagi umat untuk mensyukuri perjalanan iman, memperkuat persaudaraan, sekaligus memperbarui kehidupan sebagai orang beriman.

Semangat pertobatan dan pembaruan menjadi pesan utama perayaan, sekaligus ajakan bagi umat untuk terus mewariskan iman kepada generasi berikutnya. (goe).

  • Bagikan