Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Bupati Kupang: Sinergi Seluruh Unsur Kunci Keberhasilan Pembangunan Daerah

Bupati Kupang Yos Lede menyampaikan sambutan pada Rakor Camat Lurah dan desa di GOR KOMITMEN Senin (3/8/26).

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT – Bupati Kupang Yosef Lede menegaskan kehadiran seluruh elemen pemangku kepentingan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) merupakan wujud komitmen bersama memperkuat sinergi demi kemajuan Kabupaten Kupang.

Rapat ini memiliki makna strategis untuk mempererat kolaborasi antar perangkat daerah, menjaga stabilitas keamanan, serta menyelaraskan langkah mempercepat pembangunan.

“Setiap program dan kebijakan harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat, dilaksanakan secara berkelanjutan dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan tanggung jawab bersama. Pembangunan tidak bisa dilakukan secara terpisah-pisah, melainkan butuh sinergi seluruh elemen pemerintah maupun masyarakat,” ujar Bupati Yosef Lede saat memimpin Rakor yang dihadiri Wakil Bupati Kupang, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, kepala desa, tokoh masyarakat, kepala sekolah, tokoh adat, serta perwakilan kementerian terkait, Senin (3/8/2026).

Bupati juga menekankan di tengah kemajuan teknologi, daerah perlu menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan mampu beradaptasi, namun tetap diperkuat karakter moral serta jati diri bangsa agar tidak terpapar dampak negatif perkembangan zaman. Rakor ini bertujuan menyamakan persepsi, mengevaluasi kinerja, dan menyusun langkah strategis menghadapi tantangan ke depan, sehingga menjadi ruang diskusi yang melahirkan gagasan solutif dan komitmen nyata meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan.

Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan sejumlah poin penting:

Peringatan Hari Kemerdekaan
Tahun ini, perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dilaksanakan di tingkat kecamatan, berbeda dengan tahun lalu yang dipusatkan di tingkat kabupaten. Kegiatan berlangsung 7–17 Agustus, dibuka di Kecamatan Amarasi Timur dan ditutup di Kecamatan Semau. Bupati mengingatkan agar perayaan disusun dengan teratur, aman, dan tertib, sehingga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat serta terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Camat bersama kepala desa, kepala sekolah, dan pihak terkait diminta mengatur kegiatan dengan baik.

Pilkades 2026.
Terkait pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa di 32 desa, Bupati menegaskan dilarang adanya intervensi dari pejabat pemerintah.

“Saya harapkan Pilkades berjalan lancar tanpa perselisihan maupun gugatan hukum. Siapa saja yang memenuhi syarat dipersilakan maju, dan siapapun yang terpilih adalah putra-putri terbaik yang akan bekerja membangun desa,” tegasnya.

Perlindungan Sosial dan BPJS.
Pemerintah daerah terus mendorong seluruh masyarakat terdaftar dalam kepesertaan BPJS Kesehatan agar tidak ada lagi warga yang kesulitan akses pelayanan kesehatan. Selain itu, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi aparat desa juga didorong, mengingat manfaatnya sangat besar bagi keluarga yang ditinggalkan jika terjadi risiko, seperti yang dirasakan sebelumnya dengan iuran terjangkau namun memberikan santunan yang layak.

Sertifikasi Tanah dan Fasilitas Umum.
Bupati meminta seluruh tanah milik pemerintah maupun fasilitas umum (puskesmas, sekolah, tempat ibadah, dan lain-lain) segera disertifikasi melalui program PTSL. Hal ini penting karena syarat pengucuran anggaran pembangunan salah satunya adalah bukti kepemilikan tanah yang sah.

Program Prioritas Lainnya:

– Akan dilaksanakan nikah massal gratis bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan HAM NTT, direncanakan pada bulan Oktober 2026.

– Melanjutkan program prioritas “Desa Terang” dan “Desa Bersih”, termasuk kerja sama penyediaan penerangan tenaga surya.

– Menggalakkan program Kampung Asri dan bersih lingkungan secara serentak di seluruh desa dan kelurahan, mengingat kinerja kepala daerah kini juga dievaluasi pemerintah pusat. Ditetapkan pula hari Jumat sebagai hari bersih lingkungan.

– Mempermudah pelayanan administrasi kependudukan, di antaranya mengurus KTP dan dokumen kependudukan lain di tingkat kecamatan, sehingga warga tidak perlu lagi datang ke kantor Dinas Dukcapil kabupaten.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Kupang Jon Sulla melaporkan, kegiatan Rakor Camat dan pemangku kepentingan kali ini diikuti sebanyak 1.136 peserta. (Sintus).

  • Bagikan