Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Rp30 Juta Untuk Korban Kebakaran di Amfoang Selatan

Kadis Sosial Kabupaten Kupang Yulius Taklal.

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT — Dua kakak beradik di desa Oelbanu Kecamatan Amfoang Selatan masing-masing Meydila Toleu dan Petronela Toleu telah “pergi” setahun lalu (2025). Namun pemerintah tidak menutup mata terhadap korban.

Setelah melalui perjuangan panjang ke pemerintah pusat (Kemensos RI) akhirnya kedua korban melalui orangtua (ahli waris) menerima dana sebesar Rp30 juta.

Penyerahan dana santunan dilakukan Bupati Kupang Yos Lede didampingi Sekda Kabupaten Kupang Mateldius Sanam Senin (6/7/26).

Penyerahan santunan langsung kepada ayah koran Herman Toleu didampingi istrinya Darmi Toleu dan keluarga di Kantor Bupati Kupang.

“Memang tadi pagi kita menyerahkan santunan duka kepada dua korban bencana kebakaran kaka beradik dan itu peristiwanya terjadi di bulan Agustus 2025 tahun yang lalu. Ketika semua berkumpul di Civic center anak-anak ini ditinggalkan sendiri di rumah sedangkan bapak dan mamanya ada di kebun”, ujar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kupang Yulius Taklal kepada media di Oelamasi Senin (6/7/26).

“Ketika kebakaran terjadi itu mereka berdua sendiri di rumah dan akhirnya mereka berdua kakak adik meninggal dunia”, tambah dia.
Pemerintah Kabupaten Kupang berjuang untuk memenuhi hak-hak warga negara yang ada di Amfoang.

“Kemudian kita berproses santunan ini dari kementerian sosial dan puji Tuhan minggu kemarin uangnya sudah masuk ke rekening yang bersangkutan”, terang Mantan Kadis Dukcapil ini.
“Tadi kita pesan supaya uang itu dimanfaatkan sebaik mungkin terutama untuk perbaikan kuburan dengan rumahnya dan kemudian baru kebutuhan pokok lainnya”, tambah dia.

Ditanya kenapa terlalu lama dana itu berproses Lius mengatakan, hal itu terjadi karena berbagai kendala.

“Memang kita proses untuk pengajuan kemarin terlambatnya di permohonan dari sana (desa) karena sejumlah syarat yang harus dipenuhi kemudian kita intens komunikasi dengan desa. Kalau kemarin yang bapak bupati serahkan di rumah jabatan itu untuk dua korban banjir yang satu di wakuin satu di kupang tengah. Itu yang proses cepat. Nah ini kemarin itu kita agak lambat karena memang teman-teman di kementerian sosial juga fokus untuk pembayaran santunan bagi korban banjir bandang di aceh di sumatera barat dan di minahasa. Jadi begitu makanya kita terlambat itu “, pungkas dia. (Sintus).

  • Bagikan