KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Pembentukan Kelompok Doa Sahabat Monsinyur Gabriel Manek (SMGM) ke-154 di Kapela Maria Fatima Perumnas, Kota Kupang, Minggu (14/6/2026), menjadi momentum penting untuk terus menumbuhkan semangat doa, pelayanan, dan keteladanan hidup Mgr Gabriel Manek di tengah umat Katolik.
Kehadiran kelompok baru ini sekaligus menguatkan harapan umat terhadap proses beatifikasi Mgr Gabriel Manek yang saat ini sedang berjalan di Gereja Katolik.
Kelompok doa tersebut resmi dibentuk dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di pelataran Taman Doa Maria Fatima, depan Kapela Perumnas.
Dengan terbentuknya komunitas baru ini, jumlah kelompok doa SMGM yang tersebar di berbagai belahan Dunia itu terus bertambah.
Di Keuskupan Agung Kupang sendiri kini telah terbentuk 13 cabang SMGM yang aktif menghimpun umat dalam kegiatan doa dan pelayanan sosial.
Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai sejarah dan tujuan pembentukan SMGM oleh Koordinator SMGM Keuskupan Agung Kupang, Adrianus Ceme.
Ia menjelaskan bahwa komunitas tersebut hadir sebagai wadah bagi umat untuk memperdalam kehidupan rohani sekaligus menghidupi nilai-nilai pelayanan yang diwariskan Mgr Gabriel Manek.
“SMGM bukan sekadar kelompok doa, tetapi juga komunitas yang diajak untuk meneladani semangat pengabdian dan kasih kepada sesama sebagaimana dicontohkan Mgr Gabriel Manek,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Penasehat SMGM Pusat, Bele Antonius, mengajak umat khususnya anggota SMGM yang baru terbentuk untuk semakin mengenal perjalanan hidup dan warisan iman Mgr Gabriel Manek.
Menurutnys, sosok Uskup Emeritus Keuskupan Agung Ende itu dikenal luas karena kerendahan hati, kesederhanaan hidup, semangat pengampunan, serta kedekatannya dengan masyarakat kecil.
Anton mengingatkan bahwa sekitar 19 tahun lalu jenazah Mgr Gabriel Manek dipindahkan dari Timor dan dimakamkan kembali di Larantuka. Namun, kepergian tokoh Gereja asal Timor tersebut tidak menghapus jejak keteladanan yang hingga kini terus hidup dan menginspirasi banyak umat.
“Beliau adalah pribadi yang sangat dekat dengan Tuhan dan sesama. Kecintaannya kepada Bunda Maria, khususnya Maria Ratu Rosario, menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup dan pelayanannya. Nilai-nilai inilah yang perlu terus diwariskan kepada generasi umat saat ini,” katanya.
Ia menegaskan bahwa tugas utama anggota SMGM adalah meneruskan semangat hidup Mgr Gabriel Manek melalui doa dan pelayanan nyata kepada sesama.
“Proses beatifikasi adalah kewenangan Gereja dan Vatikan. Tugas kita adalah terus berdoa, memperkenalkan keteladanan hidup beliau, serta menghidupi nilai-nilai yang diwariskannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Anton.
Sementara itu, atasnama Pimpinan Komunitas PRR, Sr Clarista PRR, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota SMGM Maria Fatima Perumnas Kota Kupang yang telah bersedia bergabung dan mengabdikan diri dalam karya pelayanan bersama.
Menurut dia, kehadiran kelompok doa tersebut sejalan dengan spiritualitas Kongregasi Puteri Reinha Rosari (PRR) yang didirikan oleh Mgr Gabriel Manek.
“Saya menyampaikan terima kasih atas kesediaan seluruh sahabat SMGM, khususnya para pengurus dan anggota SMGM Maria Fatima Perumnas Kota Kupang, yang telah menyerahkan diri untuk bersama-sama berdoa dan melayani sesama. Mari terus menghidupi semangat pendiri kami, almarhum Mgr Gabriel Manek, agar warisan iman, kasih, dan pengabdiannya tetap hidup dalam diri setiap orang,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut juga dibentuk kepengurusan SMGM Maria Fatima Perumnas Kota Kupang dengan menunjuk Rudi Bere Mau sebagai ketua komunitas.
Pembentukan kelompok doa ke-154 di dunia ini menjadi penanda bahwa semangat dan pengaruh Mgr Gabriel Manek masih terus bertumbuh di tengah umat. Melalui komunitas-komunitas doa yang semakin berkembang, harapan akan lahirnya generasi umat yang menghidupi nilai kerendahan hati, kesederhanaan, dan pelayanan seperti yang dicontohkan Mgr Gabriel Manek semakin terbuka.
Lebih dari sekadar penambahan jumlah kelompok doa, kehadiran SMGM ke-154 dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga agar warisan rohani Mgr Gabriel Manek tetap hidup dan terus menjadi inspirasi bagi Gereja dunia khususnya Indonesia lebih khusus lagi di Nusa Tenggara Timur.
Pengurus SMGM Maria Fatima Perumnas Kupang:
Penasehat Beatrix Soi
Ketua Rudi Berek Mau
Wakil ketua Emi Hada
Sek Debi Moruk
Bendahara Theresia Uran. (goe).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




