Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Asty Laka Lena Jadi Ibunda Guru PGRI NTT, Dilantik Saat Pembekalan Kukerta Mahasiswa UPG 1945

Gubernur NTT Melki Laka Lena, Ibunda Guru PGRI NTT Asty Laka Lena, Bupati Kupang Yos Lede dan Ketua PGRI NTT Sam Hanung bersama Mahasiswa Kukerta.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 Nusa Tenggara Timur (NTT) Menggelar Pembekalan Bagi 470 Mahasiswa Peserta Kuliah Kerja Nyata (Kukerta).

Kegiatan Yang Mengusung Tema “Membangun Mahasiswa Kukerta Yang Adaptif, Inovatif, dan Berdampak Bagi Masyarakat” Ini dirangkai dengan Pelantikan Asty Laka Lena Sebagai Ibunda Guru PGRI NTT.
Acara Strategis ini berlangsung di Aula El Tari Propinsi NTT, Jumat, (29/5/26).

Dalam sambutannya, Gubernur NTT Melki Laka Lena menyoroti ekosistem pendidikan dan kualitas Guru yang merupakan faktor kunci dalam dunia pendidikan.

Ia menyoroti perlunya pembenahan mendasar dalam tata kelola pendidikan di NTT yang saat ini masih menghadapi tantangan besar.

“Ada hal yang harus kita evaluasi bersama dalam cara mengurus pendidikan di NTT. Untuk itu, butuh kolaborasi nyata dari Ibunda Guru PGRI , UPG 1945, serta para alumni, termasuk Bupati Kupang. Kita harus bersama-sama membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik,” ujar Melkiades.

Sebagai langkah awal, program peningkatan mutu ini akan dirintis di Kabupaten Kupang dan Kabupaten Belu. Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen mendukung penuh para Bupati dan Wali Kota se-NTT untuk menjadikan peningkatan kapasitas, kualitas, dan kesejahteraan Guru sebagai isu utama.

Gubernur juga berpesan agar mahasiswa Kukerta memanfaatkan momentum ini untuk belajar langsung dari masyarakat sebagai bekal masa depan.

Sementara itu, Bupati Kupang, Yosep Lede dalam penyampaian materinya juga memotivasi mahasiswa untuk adaptif terhadap program strategis nasional, khususnya program makan bergizi gratis (mbg) yang dicanang Presiden.

Yos Lede mendorong pemanfaatan lahan kosong untuk bercocok tanam guna memperkuat rantai pasok pangan lokal.
“Apa yang sudah ditentukan oleh Presiden, itu yang kami kerjakan. Kami mengupayakan agar rantai pasokan kebutuhan pangan masyarakat dibeli langsung dari hasil tanaman masyarakat sendiri. Walaupun kemampuan keuangan daerah terbatas, hal itu tidak membuat kami putus asa. Keterbatasan anggaran tidak boleh membatasi pemikiran kita untuk terus berjuang demi masyarakat,” tegas Yosep Lede.

Usai dilantik, Ibunda Guru PGRI NTT Asty Laka Lena menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada para guru yang tidak hanya bertindak sebagai pengajar, tetapi juga pendidik, teladan, dan pelindung anak-anak.

Asty mengungkapkan keprihatinannya atas posisi mutu pendidikan NTT yang saat ini berada di urutan ke-36 dari 38 provinsi di Indonesia.

“Peringkat ini harus menjadi cambuk bagi kita semua. Saya yakin di tengah keterbatasan, sering kali muncul kreativitas dan inovasi melalui kolaborasi. Anak-anak NTT berhak mendapatkan pendidikan yang layak, bermutu, dan inklusif agar memiliki daya saing tinggi. Tentunya untuk menciptakan pendidikan bermutu, kita juga harus memperjuangkan kesejahteraan guru-guru terbaik kita,” tegas Istri Gubernur NTT itu.
Acara Pembekalan dan Pengukuhan ini dihadiri oleh Rektor UPG 1945 NTT Ully Riwu Kaho, S.P., M.Si., Ketua PGRI NTT Dr. Samuel Haning, S.H., M.H., Perwakilan Pengurus Besar PGRI, Para Mahasiswa, Perwakilan Siswa SMA/SMK se-Provinsi NTT, serta Insan Pers. (JH).

  • Bagikan