KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Bagi Drs. Ambo, M.Si, pengabdian sebagai aparatur sipil negara bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan perjalanan hidup yang sarat makna.
Menjelang masa purna baktinya sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ambo justru semakin meneguhkan komitmen untuk menuntaskan tugas dengan penuh tanggung jawab hingga hari terakhir.
Terhitung hingga 31 Desember 2025, masa bakti Ambo sebagai pegawai negeri sipil di lingkup Pemerintah Kota Kupang resmi berakhir.
Mulai 1 Januari 2026, ia akan sepenuhnya melepaskan atribut ASN yang telah melekat selama puluhan tahun pengabdiannya.
Namun, bagi Ambo, berakhirnya status formal itu tidak serta-merta memutus nilai-nilai pengabdian yang telah ia hidupi.
“Bisa mengabdi sampai penghujung tugas adalah sebuah berkah. Semua proses, tantangan, dan dinamika yang saya alami selama menjadi PNS adalah anugerah yang patut disyukuri,” ujar Ambo saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (22/12/2025).
Pria kelahiran Bima, 31 Desember 1967 ini dikenal luas di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang sebagai sosok yang disiplin, teliti, dan konsisten.
Dalam perannya sebagai sekretaris dinas, Ambo menaruh perhatian besar pada penataan administrasi perkantoran, tata kelola kepegawaian, serta penguatan sistem kerja yang rapi dan akuntabel.
Menjelang purna bakti, ritme kerjanya nyaris tak berubah. Ia tetap hadir tepat waktu, menuntaskan berkas, dan memastikan setiap urusan administratif berjalan sesuai ketentuan.
Baginya, profesionalisme tidak boleh luntur hanya karena masa tugas hampir usai.
“Selama masih diberi amanah dan waktu, kewajiban saya adalah bekerja sebaik-baiknya. Jabatan boleh berakhir, tetapi tanggung jawab moral tetap melekat,” katanya.
Rekan-rekan kerjanya menilai Ambo sebagai figur birokrat yang tenang, rendah hati, dan mampu menjadi penyeimbang di tengah dinamika organisasi.
Pengalamannya yang panjang membuatnya kerap menjadi rujukan, terutama dalam urusan administrasi dan tata kelola internal.
Saat ditemui, Ambo tampak sehat dan cerah. Tidak ada kesan beban atau kegelisahan menghadapi masa purna bakti.
Babak baru perjalanan hidup.
Sebaliknya, ia memandang fase tersebut sebagai babak baru kehidupan yang harus disambut dengan rasa syukur.
“Setiap masa ada waktunya. Saya percaya, apa pun yang akan dijalani setelah ini tetap bisa memberi manfaat, meski dalam peran yang berbeda,” tuturnya.
Purna bakti bagi Ambo bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan penanda bahwa sebuah tugas telah ditunaikan dengan sepenuh hati, hingga garis akhir.
Berikut sekelumit pengalaman organisasi, Drs. Ambo.
1. Pernah menduduki jabatan Sekretaris KMPI Kota dan Wakil Ketua KNPI provinsi NTT. Terakhir Sekertaris MPI KNPI NTT.
2. Pernah Ketua umum ISNU Ikatan Sarjana Nu NTT.
3. Wakil Ketua PW NU NTT.
4. Sekertaris dewan Pakar dewan masjid Indonesia
5. Sekum cricket NTT.
6. Wakil Ketua KONI NTT. (goe).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




