KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Aneka permainan hadir dalam Lomba permainan rakyat yang digelar di pelataran Gereja Katolik Santo Fransiskus dari Asissi Kolhua, Sabtu (6/12/2025).
Permainan rakyat dimaksud yakni siki doka, gala asing, tali merdeka, dan gasing kayu.
Ratusan anak SD dan SMP dari wilayah Bello–Kolhua ambil bagian dalam kegiatan tersebut, menciptakan suasana meriah sekaligus bernilai edukatif.
Guru olahraga SDN Lasiana, Martinus Klau, menilai kegiatan ini sangat penting di tengah kian kuatnya pengaruh teknologi digital terhadap kehidupan anak-anak.
Menurutnya, generasi muda saat ini terlalu larut dalam dunia gadget sehingga perlahan kehilangan kesempatan untuk bersosialisasi dan berkembang secara emosional.
“Anak-anak SD dan SMP sekarang ini sudah terlalu dipengaruhi oleh perkembangan dunia. Gadget yang tidak jarang merusak mental mereka. Karena itu, kebiasaan mengenalkan permainan rakyat seperti hari ini menjadi sangat penting,” ujar Martinus.
Ia menjelaskan, permainan tradisional seperti siki doka, galaasing, tali merdeka, dan gasing kayu merupakan permainan beregu yang sarat nilai pendidikan karakter.
Melalui permainan tersebut, anak-anak tidak hanya bergerak secara fisik, tetapi juga belajar bekerja sama, menghargai teman, serta membangun rasa kebersamaan.
“Ini bukan sekadar bermain. Mereka belajar kerja sama, belajar sportif, dan belajar bahwa kebersamaan itu menyenangkan. Nilai-nilai seperti ini tidak mereka dapatkan ketika hanya bermain dengan gadget,” tambahnya.
Sementara itu, guru olahraga SD Negeri Kuanino, Yesaya Fanata, mengapresiasi penyelenggaraan lomba permainan rakyat tersebut.
Ia berharap, kegiatan serupa dapat digelar secara rutin di sekolah-sekolah maupun di tingkat kelurahan sebagai bagian dari pelestarian budaya sekaligus pembinaan karakter anak.
“Dengan pendekatan permainan tradisional, anak-anak bukan hanya aktif bergerak, tetapi juga mengenal budaya sendiri. Harapan saya kegiatan seperti ini bisa menjadi program berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan yang digelar oleh panitia lokal bersama Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kota Kupang itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat Kolhua.
Selain sebagai ajang hiburan, lomba ini diharapkan mampu menanamkan kembali nilai-nilai sosial, kebersamaan, serta kecintaan terhadap budaya bangsa di kalangan generasi muda. (goe).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




