JAKARTA, FLOBAMORA–SPOT — Gelaran Teras Main Indonesia resmi dibuka Sabtu siang di Aula Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia (TMI). Pembukaan ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wakil Kepala BPIP sekaligus Pembina KPOTI, Rima Agristina.
Acara itu disaksikan para pegiat permainan rakyat dari berbagai provinsi serta sejumlah pengurus Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI).
Dalam sambutannya, Rima menegaskan, permainan rakyat bukan sekadar aktivitas hiburan, melainkan bagian dari warisan nilai bangsa.
“Kita semua bersyukur karena Tuhan menganugerahkan ratusan permainan tradisional dan olahraga tradisional. Di dalamnya tertanam nilai-nilai Pancasila yang perlu kita wariskan agar sungguh-sungguh membawa Indonesia memasuki masa depan,” ujarnya.
Sebagai lembaga negara yang bertugas membina ideologi Pancasila secara terencana dan sistematis, BPIP menilai permainan tradisional memiliki potensi besar untuk menjadi sarana pendidikan karakter yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Oleh karena itu, Rima memastikan BPIP siap berkolaborasi lebih luas dengan para pegiat KPOTI di seluruh provinsi.
Menurut dia, pelestarian permainan tradisional juga memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat akar rumput.
“Kita akan berkolaborasi dengan jaringan KPOTI daerah untuk menggerakkan UMKM—pengrajin, perajin kayu, penganyam, dan para kreator lokal, agar permainan ini hidup, bernilai, dan memberi manfaat ekonomi,” katanya.
Di penghujung sambutan, Rima Agristina memberikan ucapan selamat kepada Arsjad Rasjid yang baru saja terpilih sebagai Ketua Umum KPOTI periode 2025–2030.
“Selamat kepada Bapak Arsjad Rasjid sebagai ketua KPOTI yang baru. Semoga membawa energi baru bagi gerakan pelestarian permainan rakyat,” ucapnya.
Ketua Umum KPOTI Arsjad Rasjid usai pembukaan menegaskan, Teras Main Indonesia hanyalah awal dari gerakan besar mengangkat permainan rakyat sebagai bagian dari ekosistem budaya nasional.
Ia menekankan pentingnya mengemas permainan tradisional agar relevan bagi generasi muda.
“Permainan tradisional adalah harta budaya yang sarat nilai. Tugas kita memastikan ia tidak hanya dikenang, tetapi dimainkan, diajarkan, dan menjadi kebanggaan anak-anak Indonesia,” kata Arsjad.
Ia berjanji KPOTI ke depan akan memperkuat program pelatihan, festival, kompetisi, dan digitalisasi dokumentasi permainan tradisional.
Selain itu, ia menyebut kerja sama dengan BPIP, pemerintah daerah, dan komunitas budaya akan menjadi fondasi pelestarian jangka panjang.
“Dari Indonesia untuk dunia, itulah pesan besar yang ingin kita bawa. Permainan tradisional bukan masa lalu, tetapi masa depan identitas bangsa,” ujar Arsjad usai pembukaan Teras Main. (goe).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




