Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Buka Munas II KPOTI, Menteri PPPA RI, Tekankan Militansi Pelestarian Budaya

Menteri Koordinator PPPA RI Arifatul Choiri Fauzi saat memberikan sambutan dan membuka Munas KPOTI II di Jakarta 15/11-2025.

JAKARTA, FLOBAMORA–SPOT — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) II Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) di Jakarta, 14 November 2025.

Dengan mengusung tema “Dari Indonesia untuk Dunia”, Munas II menegaskan pentingnya militansi gerakan pelestarian permainan rakyat sebagai kekuatan budaya yang berperan besar dalam perlindungan dan tumbuh kembang anak Indonesia.

Dalam pidato pembukaannya, Menteri PPPA menyoroti bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang lahir dari keberagaman.

Ia menekankan bahwa perbedaan agama, bahasa, dan budaya seharusnya tidak menjadi batasan, tetapi menjadi kekuatan utama pemersatu bangsa.

“Ketika ada keluarga yang mulai membatasi interaksi hanya karena perbedaan, itu tanda bahwa kita harus kembali pada nilai kebangsaan dan Pancasila,” ujarnya.

Menteri PPPA juga menyinggung kondisi anak-anak di era digital yang tampak ramai tetapi sesungguhnya kesepian,terisolasi dalam dunia gawai.

Ia menegaskan, ruang interaksi sosial bagi anak kian menyempit dan membutuhkan intervensi nyata melalui permainan rakyat.

“Permainan tradisional bukan hanya hiburan, tetapi sarana membangun karakter, solidaritas, dan kecerdasan sosial,” katanya.

Ia menegaskan komitmen kementerian untuk menjadikan permainan tradisional sebagai bagian dari strategi perlindungan anak.

Dengan meningkatnya 27.873 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, ia menilai permainan tradisional memiliki peran penting dalam membangun ketangguhan mental dan kemampuan sosial anak.

“Dari analisis kami, 90 persen kasus kekerasan berawal dari interaksi di media sosial. Anak-anak membutuhkan ruang yang aman, nyata, dan berakar pada budaya”, ujar dia.

Munas II juga menjadi momentum memperkuat kemitraan antara Kementerian PPPA dan KPOTI, termasuk rencana menghadirkan ruang bermain tradisional berbasis kearifan lokal di ruang-ruang publik seperti kawasan GBK setiap akhir pekan.
Pembina KPOTI Indonesia, Rima Agisttina, menegaskan, KPOTI bukan hanya rumah budaya, tetapi ekosistem pembentukan karakter dan keberlanjutan generasi.

Sementara itu, Ketua KPOTI periode 2019–2024,Muhamad Zainal, menyoroti filosofi permainan tradisional sebagai falsafah kebangsaan dan modal besar Indonesia memasuki era global.

Ketua Panitia Munas II, Chairul Umam, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya agenda nasional ini.

Ia menegaskan, perjalanan KPOTI merupakan gerakan budaya yang berakar dari kerja ikhlas.

Munas II tahun ini diikuti delegasi dari 34 provinsi serta perwakilan berbagai lembaga budaya dan olahraga tradisional.

Melalui Munas II, KPOTI berharap dapat memperkuat peran permainan tradisional sebagai warisan budaya sekaligus strategi membentuk generasi yang berkarakter, berdaya, dan beridentitas Indonesia di tengah tantangan global. (Goe).

  • Bagikan