KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Dunia pendidikan Kota Kupang kembali berduka. Rabu pagi (29/10/2025), kabar duka datang dari Rumah Sakit Siloam Kupang.
Edohariadwi Doko, S.Pd., M.Pd., mantan guru SMP Negeri 1 Kupang sekaligus pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, berpulang setelah berjuang melawan sakit komplikasi yang dideritanya.
Perempuan kelahiran Menia, Kabupaten Sabu Raijua, 12 April 1965 itu dikenal luas sebagai sosok pendidik yang rendah hati, murah senyum, dan penuh dedikasi terhadap dunia pendidikan.
Ia mengawali kariernya sebagai guru di Timor-Timur. Setelah gejolak politik di wilayah itu, ia kembali ke Indonesia dan melanjutkan pengabdiannya di Nusa Tenggara Timur, tepatnya di SMP Negeri 1 Kupang.
Perjalanan kariernya ditutup dengan penuh syukur pada April 2025, saat beliau resmi memasuki masa purnabakti.
Acara perpisahan yang hangat kala itu dihadiri rekan-rekan sejawat dari lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, menjadi momen terakhir kebersamaan penuh kenangan.
Suami almarhumah, Ayub Moi, dengan mata berkaca-kaca mengenang perjuangan panjang sang istri.
“Hampir beberapa tahun terakhir ia harus menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit, baik di dalam maupun luar negeri. Kami tahu ia berjuang dengan tabah sampai akhir,” ungkapnya dengan suara bergetar.
Rekan sejawat semasa aktif sebagai pengawas di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang juga menyampaikan rasa duka mendalam.
Johnny Eduard Rihi dan Marthen Boboy, yang ditemui di kantor dinas tersebut, mengaku sangat kehilangan sosok sahabat yang dikenal bijaksana dan selalu memotivasi.
“Beliau itu tidak hanya pengawas, tapi juga pembimbing bagi kami. Kami belajar banyak darinya tentang keteguhan, kesabaran, dan cinta terhadap profesi guru,” ujar Johnny.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Dumuliahi Djami, juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian almarhumah.
“Ibu Edo adalah sosok guru teladan yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk dunia pendidikan. Kami kehilangan figur yang bukan hanya profesional, tetapi juga menjadi panutan dalam sikap dan keteladanan,” ujarnya.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan penghiburan dari Tuhan,” tambah Djami yang juga sedang menjalani masa cuti karena kondisi kesehatan.
Kepergian Edohariadwi Doko meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar, rekan guru, dan seluruh insan pendidikan di Kota Kupang. Sosoknya yang bersahaja dan penuh kasih akan selalu dikenang sebagai teladan sejati seorang pendidik.
Selamat jalan Ibu Edohariadwi Doko, dedikasi dan kasihmu akan terus hidup dalam hati banyak orang yang pernah Engkau didik dan inspirasikan.
Data Diri Almarhumah.
Edohariadwi Doko, S.Pd., M.Pd.
lahir di Menia, Kabupaten Sabu Raijua, 12 April 1965.
almarhumah meninggalkan suami Ayub Moi dan tiga orang anak
Almarhumah terakhir berpangkat Pembina TK. I (IV/b).
Jenazah disemayamkan di rumah duka Fatululi. (goe).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




