Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Inche Sayuna: Membangun Cricket NTT dengan Keringat dan Ketulusan

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Di tengah keterbatasan sarana dan dana, semangat untuk membangun olahraga cricket di Nusa Tenggara Timur terus menyala.

Di balik gerakan ini berdiri sosok Inche Sayuna, Ketua Umum Persatuan Cricket Indonesia (PCI) NTT, yang memimpin dengan hati dan ketulusan.

“Semua atlet saya multi talenta,” ujar Inche dengan nada penuh keyakinan saat ditemui usai Rapat Kerja Daerah PCI NTT, Jumat (17/10/2025).

“Mereka bisa menari, menjadi MC, jualan kopi, bahkan bisa kerja tukang. Kami latih mereka agar tidak hanya jago di lapangan, tetapi juga siap dalam kehidupan nyata,” lanjutnya.

Tak hanya membina mental juara, Inche juga menanamkan semangat kemandirian ekonomi.

Ia bahkan ikut berjualan kaos untuk membantu biaya pembangunan lapangan cricket dan persiapan PON 2028.

“Saya bersyukur karena semua ini lahir dari kebersamaan. Kami bekerja dengan tulus dan apa adanya, tapi dengan semangat luar biasa,” ucapnya.

Sebagai bagian dari visi pemberdayaan, Inche dan timnya tengah menyiapkan tempat jualan kopi yang akan dikelola para atlet cricket di depan Hotel Aston Kupang, sesuai arahan Wali Kota Kupang Cristian Widodo.
Tak berhenti di situ, PCI NTT juga akan membuka toko olahraga cricket hasil kerja sama dengan investor asal Malaysia.
“Kami ingin olahraga ini menjadi sumber kehidupan, bukan hanya tempat mengejar medali,” tegasnya.

Dukungan dari KONI dan Dinas PPO. 

Langkah inspiratif ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
Sekretaris KONI NTT, Lamber Tukan, menilai kiprah Inche dan para atlet cricket sebagai teladan dalam pembinaan olahraga di daerah.

“Inche Sayuna membawa semangat baru bagi olahraga NTT. Ia tidak hanya membangun prestasi, tetapi juga membangun karakter dan kemandirian atlet. Ini yang seharusnya menjadi wajah baru olahraga kita,” ujar Lamber.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (PPO) NTT, Karel Muskanan, juga memberikan dukungan penuh.

“Cricket adalah cabang yang tumbuh cepat di NTT, dan kami melihat komitmen nyata PCI NTT. Upaya mereka memberdayakan atlet muda dengan berbagai keterampilan hidup patut diapresiasi. Ini sejalan dengan semangat pemerintah untuk membentuk generasi muda yang tangguh dan kreatif,” ungkap mantan atlet Tinju Nasional itu.
Di tangan Inche Sayuna, cricket bukan sekadar olahraga, melainkan sarana pembentukan manusia tangguh. Para atlet binaannya tidak hanya mengejar prestasi di lapangan, tetapi juga belajar berdagang, berkarya, dan berdaya di tengah masyarakat.

Langkah-langkah kecil yang lahir dari semangat besar itu menjadi bukti bahwa dari lapangan berdebu di Kupang, NTT tengah menyiapkan lompatan besar, bukan hanya menuju PON 2028. Tetapi juga menuju kemandirian olahraga yang berkeadilan dan bermartabat. (goe).

  • Bagikan