KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Rangkaian kegiatan perlombaan dalam memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di linhkungan Dinas Pebdidikan dan,Kebudayaan Kota Kupang resmi ditutup pada Kamis (7/8/2025).
Penutupan yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Kupang itu dipimpin langsung oleh Kepala Dinas P dan K, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si.
Perhelatan ini sebelumnya telah dibuka oleh Asisten III Sekretariat Daerah Kota Kupang pada 1 Agustus 2025.
Selama sepekan, kegiatan berlangsung semarak dan penuh antusiasme, dengan melibatkan puluhan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
Tidak hanya siswa, para guru pun ikut berpartisipasi aktif dalam berbagai perlombaan, mulai dari tarik tambang, gala asin, hingga sejumlah permainan tradisional khas daerah.
Dalam sambutannya, Dumuliahi Djami menekankan pentingnya nilai-nilai edukatif yang terkandung dalam permainan tradisional.
Menurutnya, permainan seperti ini tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong. Dan juga kerja sama yang sangat relevan untuk membangun karakter anak-anak di era digital.
“Permainan tradisional adalah media edukatif yang membangun interaksi sosial dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan. Ini penting untuk menangkal kecenderungan anak-anak yang kini lebih banyak terpaku pada layar gawai,” ujar Dumuliahi.
Ia pun mendorong agar permainan tradisional dihidupkan kembali di lingkungan sekolah sebagai bagian dari kurikulum penguatan profil pelajar Pancasila.
Dumul mengatakan, revitalisasi permainan tradisional bisa menjadi salah satu strategi untuk menciptakan ruang bermain yang sehat dan edukatif bagi generasi muda.
Lebih jauh, Dinas P dan K berkomitmen menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda tahunan yang lebih terstruktur dan inklusif, dengan melibatkan lebih banyak satuan pendidikan, komunitas guru, serta unsur masyarakat.
“Kami ingin lomba-lomba seperti ini tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Tapi menjadi gerakan bersama yang mendorong penguatan karakter dan budaya lokal di sekolah-sekolah,” tambahnya.
Dengan mengusung tema nasional “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang ingin memastikan, semangat peringatan kemerdekaan tidak hanya dirayakan secara seremonial. Tetapi juga dimaknai sebagai momentum membentuk generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan cinta budaya bangsa.
Ucapan selamat bagi para pemenang.
“Saya menyampaikan selamat kepada para peserta yang berhasil menjadi pemenang dalam perlombaan ini. Kemenangan ini bukan hanya soal juara, tetapi juga mencerminkan semangat, kreativitas, dan kerja sama yang luar biasa. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berkembang di masa depan,” ujar Dumuliahi.
Kegiatan ini menjadi kegiatan tahunan Dinas P dan K.
“Ke depan, kegiatan seperti ini akan terus kami selenggarakan setiap tahun sebagai bagian dari agenda resmi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang. Ini merupakan wadah penting dalam membina karakter peserta didik dan menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa sejak dini,” tegasnya. (Goe).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




