Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Sr. Marieta Ose Melburan, SSpS Rayakan Syukur Perak Hidup Membiara, di Bawah Motto…

Sr. MArieta Melburan, SSpS.

LEWOLEBA, FLOBAMORA-SPOT – Suasana penuh haru, syukur, dan kebahagiaan menyelimuti para tamu undangan, teristimewa keluarga besar, para suster SSpS, serta para imam yang hadir di Aula SMA Frateran Don Bosco Lamahora Lewoleba Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, saat Sr. Marieta Ose Melburan, SSpS, merayakan Syukur Perak atas 25 tahun hidup membiaranya, Kamis (10/7).

Perayaan ini ditandai dengan Misa Syukur yang dipimpin oleh Rm. Antonius Prakum Keraf, Pr, dan homili disampaikan oleh Pater Leo Kleden, SVD.

Dalam kesaksiannya yang menyentuh hati, Sr. Marieta menyatakan, perjalanan panggilan hidupnya adalah bagian dari karya Allah yang luar biasa.

Ia mengakui, jalan panggilan itu bukan tanpa tantangan, namun justru dalam penderitaan dan jalan salib ia menemukan kasih Allah yang nyata.
“Jalan Tuhan dalam hidup saya sungguh mengagumkan, meskipun sering kali harus saya lalui lewat jalan salib. Itulah sebabnya saya memilih motto: Hatiku bersuka ria dalam Allah Penyelamatku,” ujarnya.

“Saya sungguh bersyukur atas pengalaman kasih Allah yang nyata, yang menjadi kekuatan dan keselamatan bagi saya. Justru di tengah jalan salib itulah saya menemukan kasih-Nya yang ajaib. Oleh karena itu, hati saya dipenuhi sukacita, syukur, dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mengasihi, mendoakan, dan mendukung saya dalam menapaki jalan panggilan ini,” tambahnya.

Sekilas Riwayat Hidup dan Panggilan. 

Sr. Marieta Ose Melburan, SSpS lahir di Mulankera, Kecamatan ATadei, pada 15 Juli 1977.
Ia adalah putri sulung dari enam bersaudara, buah hati pasangan mendiang Antonius Gigo dan Martina Buka Keraf.
Saudara-saudaranya adalah: Paskalis Suban Buran (alm), Petrus Salestinus Koli Buran, Michael Agung Melburan. Juga Theresia Sura, dan Yohanes Kurniawan Buran dan Keluarga Besar Melburan dan Keraf.

Pendidikan dasarnya ditempuh di SDK Atawolo (1983–1989), dilanjutkan ke SMPK St. Pius X Lewoleba (1989–1992), dan SMA Negeri Lewoleba (1992–1995).

Ia kemudian melanjutkan studi ke Sekolah Keperawatan di Tarlac, Filipina Utara (2008–2012), serta meraih gelar Filsafat dari Universitas Katolik Widya Mandira Kupang (2018–2021), yang diselesaikannya hanya dalam tujuh semester.

Perjalanan panggilannya dimulai sebagai aspiran di Komunitas SSpS St. Gabriel Kewapante Maumere (1995–1996). Dilanjutkan postulat dan novisiat di Hokeng (1996–1999), termasuk praktik filial di Rumah Sakit Lela.

Kaul pertama dijalani pada 8 Desember 1999 di Hokeng, dan kaul kekal diucapkan di Ruteng pada 6 Juli 2006. Puncaknya, ia merayakan Syukur Perak Hidup Membiara di Roma pada 7 Juli 2024.

Dalam pengabdiannya, Sr. Marieta pernah berkarya di Filipina Utara (2012–2013), termasuk di Lourdes Hospital Manila dan komunitas asli Mangyan.

Ia juga aktif dalam pemberdayaan penyandang disabilitas di Asrama Cancar, dan memegang sejumlah peran strategis, seperti Promotor Panggilan Propinsi, Pemimpin Aspiran, Tim AJS Propinsi, dan Koordinator Komunikasi Provinsi SSpS pada tahun 2022.

Ia telah menyelesaikan tugas internasional sebagai anggota tim Komunikasi Kongregasi SSpS di Roma periode 2022–2025, dan selanjutnya akan kembali berkarya di Provinsi Flores Barat, Ruteng.

“Dalam perjalanan panjang dan melelahkan ini, saya tetap bersemangat. Begitu banyak orang yang memberiku kekuatan. Ayahku dan saudara sulungku di surga, ibuku dan adik-adikku, seluruh keluarga besar Melburan dan Keraf, para suster sekongregasi, teman-teman, guru-guru, para penjasa dan penderma yang telah mendoakan, mengasihi, dan mendukung saya di jalan panggilan ini,” tuturnya penuh haru.

Sr. Marieta menutup kesaksiannya dengan ucapan terima kasih yang tulus kepada semua pihak, khususnya para pastor yang telah hadir dan menjadi bagian dari momen penuh makna dalam perayaan Syukur Perak hidup membiaranya.(goe).

  • Bagikan