Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pantai Teres dan Fatubraon Terbengkalai, Yosef Lede: “Kita Harus Perbaiki”

Bupati Kupang Yosef Lede saat meninjau kondisi kolam renang di obyek wisata pantai Teres.

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT — Bupati Kupang berkesempatan menyinggahi obyek wisata Fatubraon dan pantai Teres dalam sebuah kunjungan ke Amarasi Selatan Rabu (18/6/35).
Saat itu ia secara langsung menyaksikan bagaimana infrastruktur wisata yang dibangun dengan biaya lebih dari Rp40 miliar dari APBD Kabupaten Kupang. Ada kesan tak terurus.

“Saya datang melihat langsung agar bisa berpikir lebih jauh ke depan. Kita harus memperbaiki kesalahan masa lalu. Dan membangun tempat ini kembali agar benar – benar bisa menjadi daya tarik bagi pengunjung, baik lokal maupun internasional,” tegas Yosef.

Lebih lanjut, Bupati Yosef Lede menekankan, pembenahan kawasan wisata seperti Fatu Braon dan Pantai Teres bukan hanya soal infrastruktur fisik. Yang lebih penting adalah mengintegrasikan sektor pariwisata dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat, seperti pelibatan pelaku UMKM, komunitas lokal, dan pelestarian budaya Amarasi.

“Kita ingin wisata yang bukan hanya indah dilihat, tapi juga hidup. Artinya, ada aktivitas ekonomi masyarakat, ada produk lokal, dan ada kebanggaan daerah yang tumbuh dari sana,” tambahnya.

Ia, menilai, obyek wisata yang digadang-gadang menjadi ikon wisata baru di kabupaten Kupang itu, kini mengalami kerusakan, tidak terawat, bahkan nyaris ditinggalkan.

“Kalau kita lihat dari hari ini, tempat ini sudah mubazir. Tidak ada manfaatnya, pemeliharaannya sudah tidak ada, dan kualitas pekerjaannya pun tidak bagus,” ujar Bupati Yosef Lede dengan nada prihatin.

Ia menjelaskan, pembangunan kawasan wisata tersebut merupakan warisan dari kepemimpinan sebelumnya.

Namun, menurutnya, minimnya pengawasan, kualitas pekerjaan yang rendah, serta ketiadaan manajemen pasca pembangunan menyebabkan kedua objek wisata tersebut gagal memenuhi tujuannya sebagai motor penggerak ekonomi lokal.

Bupati Kupang menyatakan komitmennya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek – proyek pembangunan yang telah dilakukan sebelumnya, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan pariwisata.

Ia menekankan pentingnya pendekatan yang lebih strategis, partisipatif, dan berkelanjutan dalam merancang pembangunan ke depan.

Pemerintah Kabupaten Kupang, di bawah kepemimpinan Yosef Lede dan Aurum Titu Eki, bertekad untuk mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada manfaat, keberlanjutan, dan efisiensi anggaran.
Evaluasi terhadap proyek – proyek terdahulu akan menjadi landasan untuk pembenahan arah pembangunan di masa mendatang.

Kondisi terbengkalainya Fatu Braon dan Pantai Teres menjadi pelajaran penting, pembangunan fisik tanpa perencanaan matang dan pengelolaan berkelanjutan hanya akan menyisakan beban bagi daerah.

Namun, dengan semangat perbaikan dan visi kepemimpinan yang berpihak pada rakyat, kawasan ini masih memiliki harapan untuk bangkit dan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Kupang. (Bb/Amin/sintus).

  • Bagikan