Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Tetapkan Program Pelayanan 2025, Klasis Kupang Tengah Gelar Sidang ke-41

Ketua MS GMIT Pdt. Samuel Pandie memukul gong pembukaan sidang klasis Kupang Tengah Senin (20/1/25).

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT — Untuk menetapkan arah pelayanan kepada jemaat, Klasis Kupang Tengah Sinode GMIT menggelar sidang klasis ke-41.

Sidang Klasis tersebut berlangsung di Jemaat GMIT Calvari Fenun Baumata, Kupang Tengah Senin (20/1/25).

Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Samuel Pandie dalam sambutannya mengatakan, jika Tuhan Yesus mampu melihat hal yang tidak dilihat manusia maka gereja juga harus seperti itu.

“Kehebatan Yesus Tuhan kita itu mampu melihat apa yang tidak bisa dilihat orang lain dan gereja harus mampu melihat apa yang tidak dilihat di dunia ini”, ujar dia.

“Gereja harus melihat kemiskinan tidak hanya yang terlihat. Karena mungkin orang itu terlihat berada tetapi jauh di dalam hatinya terdapat keraguan dan kemiskinan jiwa yang luar biasa yang perlu didampingi dan dibimbing”, jelas Pendeta Samuel.

“Jadi persidangan harus melihat apa yang tidak dilihat. Program 1 tahunnya fokus, jangan dengan semangat kita menghasilkan banyak. Lebih baik sedikit tapi berkualitas”, tandas dia.

Pada akhir sambutannya, Pendeta Samuel mengingatkan seluruh peserta sidang, untuk tidak membesar-besarkan perbedaaan.
“Salah, omong di depan”, tandas dia.

Pj. Bupati Kupang Alexon Lumba mengatakan, pemerintah terus mendukung program gerejawi yang dilakukan Majelis Sinode di kabupaten Kupang.

Dukungan itu menyatakan, lewat kerjasama dengan majelis Sinode dan majelis klasis dalam mewujudkan jemaat yang semakin maju, mandiri sejahtera dan bermartabat.

Menurut dia, secara nyata klasis diberikan mandat untuk melaksanakan program pelayanan kebersamaan lingkup basis, baik pelaksanaan pasca pelayanan, fasilitas kebersamaan jemaat, maupun perbendaharaan klasis.

Untuk itu kiranya keberadaan klasis tidak boleh dipandang sebelah mata. Klasis harus ditempatkan paling depan bekerja secara penuh, untuk mengatasi berbagai isu gerejawi yang sejalan dengan rencana induk pelayanan maupun kebijakan umum pelayanan GMIT.

Dari aspek sosial kemasyarakatan kata Alex, peran klasis harus lebih nyata dalam menyelesaikan berbagai tantangan hidup jemaat baik di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup dan yang paling utama adalah bidang ekonomi jemaat.

“Peran ini, harus terus dipercaya dengan semangat majelis klasis Kupang Tengah untuk bersama dengan pemerintah daerah mengatasi berbagai permasalahan di wilayah masing-masing”, ucap Alex.

Ia minta, seluruh peserta sidang untuk, menjadikan sidang ini sebagai media evaluasi.

“Utamakan objektifikasi dalam pengambilan, keputusan”, tutup dia.
Bupati Kupang periode 2025-2030 Yos Lede mengatakan, Pemerintah dan GMIT harus lebih dekat.

“Saya, titip pesan satu saja. Dekatkan pemerintah dan gereja, karena di situlah semua hal bisa dibuat untuk kebaikan masyarakat.
Banyak orang hebat di kabupaten Kupang hanya perlu duduk bersama untuk bicara tetang jemaat dan masyarakat”, kata Yos.

“Banyak orang hebat adalah warga GMIT. Kita kedepan berkolaborasi dengan pihak gereja. Saya orang GMIT Maka saya juga bertanggungjawab kepada GMIT”, pungkas dia.

Ketua Panitia kegiatan Nikodemus Amtaran melaporkan, sidang dihadiri 171 orang dari kalangan GMIT Klasis Kupang Tengah.

Menurut dia, total anggaran yang digunakan dalam kegiatan ini sebesar Rp. 64.899.500.
Tema Sidang klasis Tahun Ini Adalah: “Lakukan Keadilan Cintai Kesetiaan Dan Hidup Rendah Hati Dihadapan Allah”.
Sub Tema “Menghidupi Ibadah Yang Berkeadilan. Penuh Kesetiaan, Saling Mengasihi, dan Merangkul Perbedaan.

Pelaksanaan sidang Klasis Kupang Tengah diawali ibadah bersama dipimpin Pdt. Marta Solina. (Sintus).

  • Bagikan