Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Saat di Kupang, Mendikdasmen RI Dapat Banyak Masukan

Pj. Bupati Kupang Alexon Lumba, sedang menyampaikan masukan kepada Mendikdasmen Prof. Abdul Mu'ti pada acara, Mwndikdasmen mendengar cerita pendidikan NTT, Kamis (6/12).
Pj. Bupati Kupang Alexon Lumba, sedang menyampaikan masukan kepada Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’ti pada acara, Mwndikdasmen mendengar cerita pendidikan NTT, Kamis (6/12).

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, Kamis (5/12), berkunjung ke Provinsi NTT, tepatnya di Kota Kupang.

 

Dalam kunjungan tersebut, Abdul Mu’ti menggelar pertemuan bersama Penjabat Gubernur NTT, Andriko Noto Susanto, dan seluruh Kepala Daerah di NTT, termasuk Penjabat Bupati Kupang, Alexon Lumba. Juga para Bunda Paud se- NTT, termasuk Bunda Paud Kabupaten Kupang, Sorta Lumba – Turnip, para Sekretaris Daerah se- NTT , termasuk Plt. Sekda Kabupaten Kupang, Marthen Rahakbauw, para Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan se- NTT, dan pegiat pendidikan di NTT lainnya.

Pertemuan tersebut dikemas dalam acara yang beetajuk, “MENDIKDASMEN MENDENGAR CERITA PENDIDIKAN NTT”, di Hotel Aston, Kota Kupang.

 

Abdul Mu’ti mengatakan, visi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah adalah Pendidikan Bermutu untuk semua.

Ia menjelqskan, dari visi tersebut Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah berupaya agar semua Warga Negara terpenuhi hak sipilnya untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu, sesuai amanat Undang – udang.

 

Dia menerangkan, bukan sesuatu yang mudah untuk merealisasikan visi tersebut, namun dengan dukungan semua pihak, hal tersebut diyanikin bisa tercapai.

 

“Kita ingin agar layanan pendidikan itu bukan sekedar layanan yang formalitas, tapi layanan pendidikan yang bermutu, yang berkorelasi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ada banyak data yang menyatakan kita masih banyak mengalami kesenjangan kualitas pendidikan di Indonesia yang disebabkan banyak faktor, sehingga kita tidak akan melakukan generaliasi karena satu dengan yang lainnya memang sangat berbeda. Ini harus kita lihat sebagai suatu hal yang unik, sehingga formula untuk menyelesaikannya tidak harus sama”, ujar Abdul.

 

Abdul Mu’ti melanjutkan, secara umum mutu pendidikan tercapai bila Standar Nasional Pendidikan terpenuhi sesuai UU No.20 tahun 2003 yaitu, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian Pendidikan, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, dan Standar Pembiayaan.

“Dalam upaya kami mencapai visi pendidikan bermutu itu, pendekatan yang kami pakai adalah pendekatan PARTISIPASI SEMESTA, yang adalah sebuah konsep yang disebut juga GOTONG ROYONG, yang bahasa NTT -nya bisa dikatakan BAKU TOLONG”, ujar dia.

 

“Saya meyakini dengan strategi PARTISIPASI SEMESTA itu, kita bisa memajukan dunia pendidikan di Indonesia, dan meningkatkan sumber daya manusia”, jelas Abdul.

 

Penjabat Gubernur NTT, Andriko Noto Susanto, mengatakan, harus diakui bahwa NTT masih bermasalah dengan peningkatan kapasitas SDM yang signifikan.

 

Dia menegaskan, bila peningkatan kapasitas SDM bisa digenjot, maka NTT pasti akan bisa bersaing dengan daerah – daerah lainnya di NTT.

 

Andriko melanjutkan, perlu kerja kolaboratif antar semua pihak agar peningkatan kapasitas SDM di NTT bisa dipercepat.

Penjabat Bupati Kupang, Alexon Lumba, dalam kesempatan yang sama mengatakan, banyak permasalahan untuk meningkatkan dunia pendidikan di Kabupaten Kupang.

“Tentu sama dengan masalah – masalah di daerah lainnya di NTT”, ujar Alex.

 

Dia menambahkan, salah satu permasalah utama dunia pendidikan di NTT yaitu sarana prasarana, terutama gedung sekolah yang belum repressentatif dan kurangnya sarana pendukung pendidikan seperti tidak adanya perpustakaan dan lainnya.

 

“Walaupun banyak cerita sedihnya, tetapi ada juga cerita bahagia dari Kabupaten Kupang Pak Menteri. Dua orang anak asli Kabupaten Kupang yang bernama Nono dan Anjelus, dengan segala keterbatasan yang kita miliki, mampu menjuarai Olympiade Sains baik tingkat nasional maupun internasional”, urai Alexon Lumba. (Tery).

  • Bagikan