KUPANG, FLOBAMORA-SPOT – Debat kedua kandidat Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang periode 2024-2029 sudah usai Sabtu (2/11/24) malam, namun polemik di media masih berlangsung.
Media online nttbersuara.com Minggu (3/11/24) dalam berita berjudul, “soal mobil penyapu jalan, Jonas ke Jeriko, Stop tipu-tipu”, wartawan menampilkan suasana saling bertanya dalam debat.
Calon Wali Kota Jonas seolah tidak percaya dengan penjelasan Calon Wali Kota Jefri Riwu Kore yang mengatakan, pembelian mobil penyapu jalan hanya menggunakan anggaran APBD Provinsi NTT, karena faktanya ada 2 unit mobil penyapu jalan.
Terhadap hal ini, Calon Wakil Wali Kota paket Gacor Theodora Ewalde Taek memberikan klarifikasi lewat akun facebook “Theodora Ewalde”.
“3 trophy Adipura
3 unit mobil penyapu jln (2 unit APBD Kota Kpg 2019
1 unit APBD Prop 2020)
3 GACOR Menang 🤟🤟🤟”, demikian tulis anggota DPRD 2019-2024 yang selalu ngotot pada setiap sidang yang membahas nasib rakyat Kota Kupang itu.
Seperti diberitakan nttbrrsuara.com, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kupang kembali menggelar debat kedua pasangan calon walikota-wakil walikota. Debat dilaksakan Sabtu (2/11/2024) malam di Hotel Kristal, dihadiri lima pasangan calon dengan mengusung tema Kupang Smart City dan Kupang Green.
Debat ini dibuka oleh Ketua KPU Ismail Manoe dihadiri para komisoner KPU, Ketua Bawaslu Kota Kupang Adi Nange, Forkopimda Kota Kupang dan para pendukung lima pasangan calon.
Debat yang dibagi dalam enam sesi itu diawali dengan pemaparan visi dan misi lima pasangan calon terutama yang berkaitan erat dengan tema Kupang Smart City dan Kupang Grenn. Ketika sampai di sesi ketiga yakni tanya jawab antar pasangan calon, para calon saling memberikan pertanyaan dan saling menjawab.
Salah satu topik yang menarik perhatian warga Kota Kupang selama ini adalah keberadaan mobil penyapu jalan yang dibeli Pemkot Kupang Tahun 2019. Mobil itu sempat beroperasi beberapa saat namun setelahnya hilang dan tidak beroperasi lagi. Keberadaannya pun sempat menjadi polemik di DPRD Kota Kupang. Bahkan anggota DPRD Kota Kupang Theodora Ewalde Taek pernah menelusuri keberadaan mobil itu pada dini hari. Karena, Pemkot Kupang beralasan jika mobil itu beroperasi di saat warga kota sedang tidur. Namun, hasil penelururan anggota Fraksi PKB tersebut tidak menemukan jejak mobil itu. Terakhir, beredar di media sosial jika mobil itu berada di sebuah lahan kosong di Kelurahan Nun Baun Sabu dan dalam keadaan rusak.
Karena itulah, pasangan nomor urut 2 Jonas – Alo mengajukan pertanyaan kepada pasangan nomor urut 4 Jefri Riwu Kore-Lusia Adinda. Jonas Salean mempertanyakan urgensi pembelian mobil penyapu jalan dan dimana keberadaan mobil seharga milyaran rupiah itu.
“Untuk kebersihan kota, Anda membeli mobil penyapu jalan yang besarnya seperti bemo, padahal mobil penyapu jalan itu sebenarnya seperti dump truk, itu anggaran miliaran. Apa manfaatnya?,” demikian ringkasan pertanyaan Jonas Salean.
Terhadap pertanyaan tersebut, Jefri mengatakan bahwa sebagai kota maju, Kota Kupang harus memiliki mobil penyapu jalan, sehingga pembersihan jalan tidak lagi memakai tangan untuk sapu-sapu. “Dimana-mana di dunia ini pakai mobil penyapu jalan,” kata dia.
Terkait anggaran yang diklaim Jefri bahwa mobil itu bantuan Pemprov NTT, Jonas Salean meragukan pernyataan itu. Karena setahu dirinya, Pemprov NTT hanya memberikan bantuan satu unit, sementara Pemkot Kupang saat ini memiliki dua unit mobil penyapu jalan.
“Ini ada anggota DPRD Kota Kupang, bapak harus jelaskan dengan baik sehingga masyarakat tahu duduk persoalannya. Kita jangan main tipu-tipu Masyarakat lagi. Silahkan rakyat yang menilai ya,” demikian kata Jonas lagi.
Di akhir perdebatan, Jefri Kembali menegaskan bahwa dirinya tidak lagi menjabat sebagai walikota sejak dua tahun lalu. Sehingga kalau saat ini mobil tersebut tidak lagi beroperasi alias macet bukan lagi tanggungjawabnya.
“Saya sudah selesai dua tahun, kalau hari ini mobil itu macet, bukan tanyakan ke saya, tanyakan ke siapa yang berkuasa sekarang. Kita hanya memastikan mobil itu mobil yang digunakan sebagaimana untuk kebersihan kota Kupang, kalau nanti mobil itu tidak jalan mungkin ada hal-hal yang tidak dianggarkan, tidak bisa diperbaiki dan saya pikir dealernya ada. Kalau ada niat untuk menggunakan mobil itu, hubungi saja dealernya, perbaiki, siapkan anggaran,” kata Jefri lagi. (nttbersuara/Sintus).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




