KUPANG, FLOBAMORA-SPOT – Calon Wali Kota Kupang George Hadjoh mendapat banyak masukan soal pengelolaan sampah.
Terbaru, George Hadjoh mendapat usul saran soal pengelolaan sampah di RT 14 Kelurahan Bello, kecamatan Maulafa, Kota Kulang.
Ketua RT 14 George Selan dalam pertemuan terbatas bersama Calon Wali Kota George Hadjoh Rabu (30/10/24) mengatakan, sampah harus dijadikan sesuatu yang berharga, sehingga tidak terbuang.
“Sampah ini jadi masalah yang tidak akan selesai, jika tidak ditangani dengan baik”, kata Selan.
Warga lainnya mengatakan, sampah sering dibuang oleh orang orang kaya.
“Mereka datang dengan mobil langsung buang saja lalu pergi”, kata ibu itu.
Yusuf, tokoh masyarakat lainnya mengusulkan adanya BLK kecil di gereja Usi Apakaet.
“Karena sering kali jemaat minta kepada Pendeta kalo ada hal-hal menyangkut ketrampilan pemuda”, kata Yusuf.
Terhadap usulan warga Calon Wali Kota George Hadjoh mengatakan, kedepan sampah akan jadi uang.
“Sampah akan jadi uang. Kita bangun pabrik sampah di sini. Kerjasama dangan bank sampah”, kata Shinsei Dan VI ini.
Ia menjelaskan, sampah bisa dipilah sesuai jenisnya lalu diolah untuk jadi barang berharga.
“Misalnya sampah organik itu akan jadi pupuk. Sampah plastik jadi papan, meja, paving blok. Berikut kayu-kayu bisa jadi briket untuk energi. Semua jadi uang”, jelas dia.
“Anak sekolah kita minta tiap hari bawa sampah plastik ke sekolah ditimbang jadi uang. Kita kerjasama perbankan untuk latih anak-anak menabung”, ujar dia.
“Jadi karakter itu terbangun dari dalam rumah. Tiap kelurahan kita siapkan kendaraan. Nanti kita kerjasama PLN untuk siapkan motor listrik masuk dari gang ke gang angkut sampah ke kelurahan dan dari kelurahan, lanjut ke tempat pengolahan. Bukan ke tempat pembuangan. Ini tinggal ekosistemnya saja”, terang dia.
Terkait permintaan BLK ia mengatakan, jika Tuhan berkenan ia menjadi Wali Kota permintaan itu akan direalisasikan demi mengurangi angka pengangguran.
“Nanti ada BLK komunitas dan bengkel motor untuk menolong pemuda di gereja Usi Apakaet”, ucap George Hadjoh.
Terkait permintaan masyarakat agar HP tidak off setelah menjadi Wali Kota ia mengatakan, jangankan HP, Rumah Jabatan tidak akan tertutup untuk masyatakat yang ingin menyampaikan keluhan.
“Ketika jadi Penjabat Wali Kota, saya buka pintu bagi masyatakat datang untuk menyampaikan permasalahannya kepada Wali Kota. Saya sudah buat itu”, pungkas dia. (Situs).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




