OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT – Paket “Merakyat”
(Melki Buraen-Roby Manoh), dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
Paket ini hadir bukan untuk sesuatu janji yang muluk-muluk, tetapi benar-benar ingin mendorong apa yang sejak lama ada pada rakyat.
“Untuk membangun kabupaten kupang ini yang paling mendasar itu adalah pertanian. Lalu peternakan. Itu unggulan. Kita membawa segala sesuatu yang sebetulnya budaya masyarakat kita yang secara tidak sengaja Tuhan kasih pada alam, sehingga bisa bertani dan beternak. Itu dua hal mendasar ketika petani bisa tanam, dia bisa panen dia makan, bisa jual, ketika ada uang dengan sendirinya dia senang dia sehat. Dia sakit karena dia kurang makan dia kurang istirahat dia kurang dapat hiburan dan dengan sendirinya imun tubuhnya mengurang dan dia mudah terserang penyakit. Maka pertanian itu menjadi unggulan peternakan itu menjadi unggulan”, ujar Calon Bupati dari Paket “Merakyat” Melki Buraen Sabtu (12/10/24).
Ia menegaskan, 2 program itu bukan sekedar dihadirkan, tetapi harus didorong, manakala paket Merakyat dipilih rakyat.
“Perlu ada intervensi dari kepala daerah melalui petugas yang ada di lapangan. Kalo kurang kita tambah supaya mereka datang melakukan pendataan pada masyarakat dia punya lahan apa lahannya ini bisa untuk pertanain atau perkebunan. Kalau bisa untuk pertanaian dengan sendirinya kita liat apa yang kurang, lahannya produktif tapi tidak pernah diolah. Kalau dia alasan, kami butuh traktor untuk mengolah, maka kami turunkan traktor untuk mengolah. Kalau misalnya lahannya produktif, tapi tidak pernah diolah kita kerjasama dengan mereka, kita yang olah lalu dibagi ke masyarakat melalui badan usaha milik daerah. Kalau kita kerja sama maka hasilnya pun akan kembali kepada badan usaha milik daerah. Keuntungannya kita berikan kepada mereka. Untuk itu traktor kita siapkan. Jaringan irigasi kita siapkan. Tanah sudah diolah, tapi air tidak bisa sampai maka percuma juga kita hanya tunggu musim hujan, maka kita buatkan jaringan irigasinya, supaya air bisa sampai. Pendamping harus mendamping dari awal bagaimana memilih bibit unggul untuk tanam. Ketika dia tanam kita liat, hama muncul kita kasih obat lagi untuk mengatasi hama. Pupuk kurang maka kita kasih pupuk”, urainya.
Menurit dia, Semua ide gagasan ini mubasir, jika tidak dieksekusi.
“Sebagai seorang bupati tidak mungkin mengeksekusi sendiri. Ada kepala dinas ada camat, ada lurah ada kepala desa. Di dinas pertanian kita data berapa petugas yang ada di dinas Pertanian. Kalau kurang maka kita harus tambah. Kita butuh untuk meningkatkan tenaga kontrak misalnya, itu kita sesuaikan untuk kebutuhan kita. Bukan kepentingan kita. Karena kalau untuk kepentingan bupati, kita kontrak agar kedepan saya bisa diamankan, untuk saya dipilih kembali. Tapi kebutuhannya untuk di bidang pertanian untuk di bidang peternakan”, terang dia.
“Tenaga yang telah direkrut harus dididik untuk meningkatkan keahliannya. Pelatihan, kita kirim ke Jawa untuk mereka belajar atau kita datangkan tenaga dari Jawa untuk dampingi mereka, supaya masyarakat tidak hanya rutinitas melakukan kegiatan bertani, tetapi dia mampu memproduksi. Setelah itu masyarakat bisa nikmati apa yang dia produksi”, pungkas dia. (Sintus).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




