Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Membangun NTT Dengan Gemar Membaca Dan Menulis

Ketua PKBM Bintang Flobamora Polikarpus Do dan narasumber Isidorus Lilijawa bersama para peserta.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT – Kemajuan pembangunan suatu daerah tak lepas dari generasi yang memiliki wawasan luas termasuk wawasan dalam membaca dan memberi makna pada suatu peristiwa. Karena itu generasi muda mesti diperkuat dari masa ke masa sebagai ujung tombak pembangunan.

Hal ini dikatakan Polikarpus Do, Ketua PKBM Bintang Flobamora Kupang, dalam lokakarya Jurnalistik Pelajar dan warga di Kupang, (10/10/24).

“Ada yang mengatakan untuk menghancurkan suatu negera maka terlebih dahulu generasi mudanya dihancurkan. Hal ini yang tentu tidak kita hendaki terjadi di negara kita terutama di NTT yang kita cintai ini. Oleh karena itu dari waktu ke waktu pemerintah secara berjenjang terus mengupayakan pendidikan karakter, hal baik bagi generasi muda saat ini,” ujarnya.

Menurut Polikarpus, secara nyata para generasi muda memiliki banyak gagasan cemerlang tetapi minim diberdayakan sehingga generasi masih terkungkung dalam kondisi yang tidak berkembang.

Dikatakan Polikarpus, ada penelitian lain yang membuktikan, saat ini Indonesia sedang mengalami krisis membaca sehingga pemerintah secara berjenjang melalui Kementerian Pendidikan terus mengupayakan pelibatan hal baik tentang Literasi dari masyarakat agar membangkitkan budaya membaca dan menulis.

 

“Tidak hanya budaya membaca yang rendah, budaya menulis masyarakat Indonesia pun demikian. Dari dua ratus lima puluh juta lebih penduduk di Indonesia hanya sekian persen yang gemar menulis, hal ini yang membuat pemerintah dan masyarakat terus bergandengan tangan menyelenggarakan hal baik tentang Literasi bagi masyarakat,” kata Poli.

 

Dalam Lokakarya itu pihak penyelenggara menghadirkan pemateri Isidorus Lilijawa dalam materi menulis berita terkini.

Menurut Lilijawa, dalam penulisan sebuah berita kejadian yang sedang hangat biasanya memiliki perhatian besar dari pembaca atau pemirsa.

Menurut dia, dalam menulis berita angel atau sudut pandang menjadi menarik dan penting agar cerita yang dirangkai tidak menyimpang atau fokus.

“Menulis berita mesti memenuhi nilai berita
Misalnya berdasarkan fakta dan obyektif termasuk ada nilai terkini atau nilai unsur kebaruan, yang memiliki dampak luas bagi banyak orang,” terang Lilijawa.

 

Kegiatan yang digelar PKBM Bintang Flobamora itu, dalam rangka mendukung gerakan Literasi di NTT dan Kota Kupang khususnya. (goe)

  • Bagikan